TribunBatam/

Liga Inggris

Cerita Paul Pogba Sebagai Muslim di Man United Usai Teror di Manchester

Bagi Pogba, tragedi tersebut terasa lebih berat terutama karena datang hanya beberapa pekan setelah sang ayah meninggal karena kanker

Cerita Paul Pogba Sebagai Muslim di Man United Usai Teror di Manchester
OLI SCARFF/AFP
Gelandang Manchester United, Paul Pogba, bertepuk tangan seusai melakoni pertandingan leg kedua semifinal Piala Liga kontra Hull City di Stadion KCOM, Hull, Inggris, 26 Januari 2017. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANCHESTER - Gelandang Mancheser United, Paul Pogba, bercerita kepada Esquire tentang pengalamannya sebagai seorang Muslim di Manchester setelah serangan bom bunuh diri di konser Ariana Grande di Manchester Arena bulan lalu.

Sebanyak 22 orang meninggal dunia di konser yang bergulir bulan lalu tersebut.

Bagi Pogba, tragedi tersebut terasa lebih berat terutama karena datang hanya beberapa pekan setelah sang ayah meninggal karena kanker.

Sang pemain punya ikatan kuat dengan Manchester.

Baca: Transfer 75 Juta Pounds, Lukaku Bakal Jadi Pemain Inggris Termahal Kedua Setelah Pogba

Baca: Disebut Tak Senilai Harga Transfer, Pogba: Pemain Terburuk di Dunia Mampu Memenangi Tiga Piala?

Baca: Transfer Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United Bermalasah? FIFA Lakukan Penyelidikan

Sebelum datang pada awal musim lalu, ia telah menghabiskan tiga tahun di kota tersebut sebagai remaja.

Pogba pun mengingatkan bahwa aksi para teroris tersebut jangan sampai memengaruhi kehidupan rakyat setempat.

"Banyak hal terjadi di hidup ini tapi Anda tidak boleh menyerah," ujar Pogba kepada Esquire.

Halaman
12
Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Bola
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help