Mellennial

Mengenal Diet Kategonik dan Manfaatnya

Diet ketogenik yang dimaksud adalah diet rendah karbohidrat tanpa ada makanan karbohidrat, dan menggantinya dengan makanan yang tinggi lemak.

Mengenal Diet Kategonik dan Manfaatnya
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mellennial 

MENYEHATKAN tubuh, langkah mudah yang perlu dilakukan adalah mengikuti pola makan atau diet yang sehat dan sesuai dengan kebuhan masing-masing orang.

Di dunia lifestyle, dikenal macam-macam diet yang trennya berubah-ubah. Salah satu tren diet terbaru adalah kategonik yang intinya pola makan yang bisa membuat langsing sekaligus membuat tubuh menjadi sehat.

Diet ketogenik yang dimaksud adalah diet rendah karbohidrat tanpa ada makanan karbohidrat, dan menggantinya dengan makanan yang tinggi lemak.

"Dalam dunia makanan, tidak ada yang namanya tubuh tanpa karbohidrat. Diet ini maksudnya adalah memininalisir kandungan karbohidrat dalam tubuh dengan tidak mengasup makanan pokok," dr. Brain Gantoro, SpGK, spesialis gizi di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam.

Dalam praktiknya, diet ketogenik ini mengganti karbohidrat sebagai sumber energi tubuh dengan lemak yang juga bisa menjadi sumber energi.

Perlu diketahui Mellennials, tubuh seharusnya mengonsumsi karbohidrat terlebih dahulu untuk sumber energi. Setelah karbohidrat habis, kemudian membakar lemak sebagai sumber energi.

Brain menjelaskan, jika asupan karbohidrat sangat rendah, maka badan membakar lemak untuk sumber energi sehingga menghasilkan badan-badan keton yang merupakan tiga senyawa yang diproduksi ketika asam lemak dipecah untuk energi dalam hati dan ginjal, serta jantung.

Dalam kimia organik, ada molekul karbon yang berujung pada keton. Diet ketogenik ini mengambil istiah keton tersebut. Saat lemak terbakar menjadi sumber energi, maka akan berujung dengan keton.

"Keton tidak selamanya terbuang, tetapi saat menghasilkan keton lebih banyak, maka darah lebih asam. Akibatnya, bahkan dapat berakhir pingsan. Sehingga konsumsi protein hewani perlu diperbanyak,” ungkap dr. Brain.

Orang yang benar-benar melakukan diet ketogenik bisa terdeteksi pada urine. Caranya dengan merendahkan karbohidrat dan tinggi lemak.

Sehingga mengurangi gula darah karena kurangnya asupan karbohidrat.
Hanya saja perlu diingat, kolestrol tubuh bisa naik karena banyak mengonsumsi lemak.

"Glukosa darah tetap terbentuk karena diperlukan oleh tubuh. Semua makanan yang masuk dalam tubuh akan membentuk glukosa yang baik untuk tubuh. Diet ini tidak untuk mereka yang mempunyai riwayat turunan batu ginjal dan kolestrol," ungkap dr. Brain. (*)

Tips  Sehat Diet Ketogenik
1. Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu apabila ingin diet ketogenik
2. Sering minum air putih
3. Tidak makan makanan pokok, seperti nasi, termasuk nasi merah dan kentang.
4. Untuk mengganti sumber energi bisa digantikan dengan banyak makan makanan berlemak terutama dari lemak hewani. (*)

Penulis: Andriani Mona
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved