INGAT YA. Jangan Lagi Sebut Anak Bodoh dan Nakal. Ini Alasannya

Kekhawatiran tersebut hal yang wajar. Walaupun pada dasarnya, setiap anak tidak ada yang bodoh maupun nakal

INGAT YA. Jangan Lagi Sebut Anak Bodoh dan Nakal. Ini Alasannya
KOMPAS.com/Reni Susanti
Sebanyak 200 guru SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kota Bandung mengikuti pelatihan pentingnya mengetahui gaya belajar siswa. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Memasuki tahun ajaran baru, orangtua terutama ibu banyak yang deg-degan ketika mengantarkan anaknya sekolah.
Ada perasaan cemas.

Mulai dari khawatir anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran hingga ketakutan anak tak bisa beradaptasi.

Kekhawatiran tersebut hal yang wajar. Walaupun pada dasarnya, setiap anak tidak ada yang bodoh maupun nakal.

Orang dewasalah yang memberi label bodoh dan nakal tersebut terhadap anak.

Baca: Anaknya Tersangka Narkoba, Jeremy Thomas Hormati Proses Hukum

Baca: Bukan di Kepri! Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Denda Hingga 31 Agustus 2017. Ingat Baik-baik!

“Dalam quantum teaching, tidak ada siswa yang yang bodoh dan tidak ada siswa yang nakal.

Yang ada adalah siswa yang belum berkembang karena cara pembelajarannya yang belum cocok antara guru dengan anak,” ujar Asep Mahfudin salah satu mentor acara Amitra Berbagi Berkah di Bandung, belum lama ini.

Asep menjelaskan, ada metode dasar dalam mengenal gaya belajar siswa, yakni visual, auditori, dan kinestetik.

Dengan mengetahui gaya belajar siswa, guru akan lebih mudah menyampaikan pembelajaran.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved