Sebaiknya Anda Tahu

Mengejutkan! 100 Tahun Lalu Alexander Graham Bell Ramalkan Ini, Terbukti pada 2017!

Mengejutkan! 100 Tahun Lalu Alexander Graham Bell Ramalkan Ini, Terbukti pada 2017!

Mengejutkan! 100 Tahun Lalu Alexander Graham Bell Ramalkan Ini, Terbukti pada 2017!
Courtesy Library of Congress
Koleksi Graham Bell 

Gilbert Grosvenor, menantu Bell dan editor majalah National Geographic, belakangan meminta teks tersebut dan menerbitkan versi revisinya dalam edisi Februari. Kini, seratus tahun kemudian, ramalan dan peringatan Bell terus berlanjut.

Bell dibesarkan di era ketika sekolah "melahirkan sarjana ketimbang ilmuwan", katanya kepada siswa di McKinley saat di panggung. Namun, abad yang lalu telah melahirkan sebuah penemuan luar biasa, yakni dari telegraf ke foto.

"Saya sendiri belum cukup tua, tetapi saya dapat mengingat hari-hari ketika belum ada telepon,” ujar penemu telepon itu yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan. Seiring masuknya Amerika ke dalam Perang Dunia I, ia berjanji bahwa "orang sains akan dihargai di masa depan, tidak seperti yang pernah dia alami sebelumnya".

Menurut anggapannya sendiri, Bell pada saat itu sedang berada di puncak intelektualnya. Pada dekade sebelumnya, dia bekerja untuk membangun kapal tercepat di dunia (yang menciptakan pada tahun 1919), mengusulkan sumber energi terbaru berkelanjutan, dan terus-terusan membuat sketsa mesin terbang (alat yang dia gambarkan dalam artikel tahun 1892 menyerupai helikopter yang ditemukan 40 tahun kemudian). Setahun setelah Wright bersaudara menerima hak paten mereka, layang-layang Bell mampu menerbangkan temannya hingga 160 kaki.

Pada tahun 1915, dia melakukan panggilan telepon pertama dari pantai ke pantai dan segera setelah itu, seorang pria di Virginia berkomunikasi dengan pria di Menara Eiffel dalam transmisi transatlantik pertama.

Bell meramalkan hari ketika panggilan—dan "operasi mekanis"—bisa dibuat tanpa kabel. Dia juga meramalkan bahwa suatu saat nanti, alat tersebut akan “menggusur” pembuatnya: "Di setiap tangan, kita melihat bagaimana mesin dan kekuatan motif buatan menggantikan hewan dan tenaga manusia."

Murid-murid McKinley pun terpesona. "Dia membawa penonton ke dalam kepercayaan dirinya dan membuat mereka merasa bahwa dia sedang mengungkapkan rahasia dari buku catatan ilmiahnya," sebuah surat kabar melaporkan.

Bell lalu membuat tambahan harian ke dalam buku catatannya yang legendaris: sketsa temuan, renungan, dan kliping pers. Di rumahnya di Nova Scotia, lebih dari 30 pria bekerja untuk mewujudkan gagasan Bell.

Beberapa di antaranya cukup sederhana seperti sebuah sistem tali untuk membuka dan menutup jendela sehingga ia tidak perlu bangun dari tempat tidur saat membaca. Sementara itu, sisanya merupakan usaha besar: Bell menghabiskan beberapa dekade untuk mencoba membiakkan domba dengan lebih dari dua puting susu.

Pada tahun 1912, Bell menulis di buku catatan: "Kamu bisa mengatakan bahwa manusia telah menaklukkan misteri alam.”

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help