Jelang Vonis, Ratu Atut Curhat. Begini Isi Curahan Hatinya

Ratu Atut didakwa bersama-sama adik kandungnya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memperkaya diri sendiri sebesar Rp 3,8 miliar.

Jelang Vonis, Ratu Atut Curhat. Begini Isi Curahan Hatinya
TRIBUNNEWS.COM
Ratu Atut Chosiyah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjalani sidang putusan kasus korupsi alat kesehatan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Ia mencurahkan perasaannya jelang mendengarkan pembacaan vonis tersebut.

Ibunda Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy ini ditetapkan sebagai terdakwa perkara alkes di Banten. Jaksa menyatakan Atut telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi.

Ratu Atut didakwa bersama-sama adik kandungnya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, memperkaya diri sendiri sebesar Rp 3,8 miliar.

Pada sidang bulan lalu, jaksa menuntut agar hakim menghukum Atut selama delapan tahun penjara dan membayar denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan. Menurut jaksa, tindakan bekas orang nomor satu di Banten ini telah membuat negara rugi Rp 79,7 miliar.

"Ibu (Atut) curhat kasus perkaranya merasa dipaksakan. Apalagi terkait acara istighosah yang dianggap sebagai pemerasan," ujar kuasa hukum Ratu Atut Chosiyah, Sukatma, kepada Warta Kota di Tangerang, Kamis (20/7/2017).

Padahal, kata Sukatma, kliennya tidak pernah berinisiatif meminta bantuan untuk istigasah. Sepenuhnya atas kehendak dari ajudannya.

"Harapan ibu tentu memperoleh keadilan, apalagi sudah menunjukkan iktikad baiknya dengan mengembalikan kerugian," ucapnya.

Baca: TERUNGKAP! Pencatut Nama Presiden Cari Sumbangan Ternyata Orang Afrika. Ini Identitasnya

Baca: Soal Sabu Lolos di Bandara Hang Nadim, Polisi Bakal Gandeng Otoritas Bandara

Sukatma juga menambahkan, Atut akan mengikuti persidangan pada hari ini seperti biasanya, dan menunggu seperti apa putusannya nanti. "Kondisi ibu Insya Allah sehat," cetus Sukatma.

Dalam pembelaan pribadi atau pleidoi beberapa waktu lalu, Ratu Atut sempat menangis di persidangan. Dia mengaku bersalah dan khilaf melakukan korupsi sebagai pejabat negara.

Terlebih, politikus Partai Golkar ini kini tengah menjalani pidana tujuh tahun penjara kasus suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi. Ia juga merasa tidak nyaman berada di Rutan Pondok Bambu, dan ingin segera pindah ke Lapas Wanita Tangerang.

"Saya ingin menambahkan bahwa saya mohon maaf dengan sangat keputusan saya dianggap melakukan kesalahan. Saya mohon diputus seadilnya. Saya masih punya tanggung jawab pada putri dan keluarga saya," papar Atut berderai air mata di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Tribunnews.com dengan judul : Kasusnya Divonis Hari Ini, Ratu Atut Merasa Kasus Hukumnya Dipaksakan

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help