Kasus Cabul Hantui Bintan Timur, Kepala Dinas Perlindungan Anak Bintan Bungkam. Ada Apa?

Kasus Cabul Hantui Bintan Timur, Kepala Dinas Perlindungan Anak Bintan Bungkam. Ada Apa?

Kasus Cabul Hantui Bintan Timur, Kepala Dinas Perlindungan Anak Bintan Bungkam. Ada Apa?
dok
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Laporan kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak masih tinggi di Bintan. Di Bintan Timur, misalnya jika merujuk catatan Polsek Bintan Timur pencabulan masih menempati kasus tertinggi yang ditangani hingga saat ini. Awal Juli saja, tercatat dua kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap sudah ditangani.

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Baca: Cewek Kamu Pendiam Ya? Mengejutkan Inilah 10 Ciri Seorang Hiperseks!

Pada Selasa (18/7), dua anak di Kijang yang masih berusia 6 tahun dan 9 tahun dilaporkan telah mengalami pelecehan oleh orang dewasa yang seyogyanya memberikan perlindungan. Pada April, seorang siswa SD di Kecamatan Gunung Kijang mengalami kasus sodomi oleh pria berusia 35 tahun. Rentetan kasus tereebut menimbulkan tanda tanya, sejauh mana program perlindungan anak telah berjalan di Bintan?

Ditengah kondisi demikian, Pemkab Bintan dikabarkan akan kembali mendapatkan penghargaan sebagai daerah layak anak. Hal itu disampaikan langsung Kabaghumas Pemkab Bintan Hasfi Handa saat coffee morning dengan media, Kamis (20/7).

"Dalam waktu dekat ini Bintan akan kembali menerima penghargaan sebagai daerah layak anak terbaik, itu kabar bagus lagi untuk Bintan,"kata Hasfi Handra.

Indikator Bintan masuk kategori daerah dengan penghargaan terbaik layak anak karena komitmen Pemda mendukung program layak anak. Seperti program akta lahir gratis, masuk sekolah gratis, bangun rumah tahfidz, serta kenaikan intensif bagi pengajar dan pembinaan anak.

Saat ditanya, bagaimana dengan masih tingginys kasus pidana kekerasan seksual terhadap anak di Binyam, Hasfi mengakan itu perihal lain. "Wah kalau itu bisa tanyakan langsung ke dinas terkait. Sebab kageori pengharhaan daerah layak ini ini lebih kepada program pengembangan, yang ada, setahu saya begitu,"kata Hasfi.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bintan, Kartini tidak memberikan jawaban saat ditanya sejauh mana pemberdayaan dan perlindungan anak selama ini di Bintan. Mengapa kasus kekerasan seksual anak masih kerap dilaporkan terjadi?

Sebelumnya Kartini menjelaskan, Bintan mendapatkan grade poin 800 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI dalam hal mendukung program kelayakan anak. Grade itu karena KPPA melihat program pemkab dalam mendukung komitmen tumbuh dan kelayakan anak berkembang cukup berjalan. Salah satunya program akta lahir gratis yang sudah cukup berjalan. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved