BATAM TERKINI

Kedua Korban Alami Patah Tulang, Begini Detik-detik Penjambretan di Bukit Daeng

Korban jamber yang terjadi Rabu (19/7/2017) sekitar pukul 22:35 WIB hingga saat ini masih menjalani perawatan di dua rumah sakit akibat lukanya serius

Kedua Korban Alami Patah Tulang, Begini Detik-detik Penjambretan di Bukit Daeng
istimewa
Ilustrasi pembegalan motor 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Korban jambret, Angky Pieter (21) dan Astrid (20), mengalami luka serius akibat aksi brutal dua orang yang tak di kenal dan diduga dengan sengaja merampas tas milik Astrid.

Saat dijumpai Tribun di RS.Elisabeth, Batam Center, korban Angky Pieter masih dalam keadaan trauma. Dia mengalami patah tulang kaki kanan dan kiri, serta luka lecet dan memar di bagian tangan.

Sedangkan Astrid yang dirawat di RSUD Embung Fatimah, mengalami patah tulang bagian kaki kanan dan beberapa luka dan memar bagian tangan dan tubuh.

Mengenai kronologi kejadian, menurut Alfred, saksi mata yang juga rekan kedua korban mengatakan, kejadian brutal tersebut terjadi Rabu (19/7/2017) sekitar pukul 22:35 WIB.

"Kami berempat, saya boncengan sama Icha, dan Pieter boncengan sama Astrid. Kami habis doa bersama dari Gereja Bakti Indonesia (GBI) di top 100, Batu Aji mau pulang ke Asrama di Jl. Kaktus Skiwang, Sukajadi," ujar Alfred.

Baca: Hakim Jatuhkan Vonis, Irman dan Sugiharto Bakal Dipenjara Tujuh dan Lima Tahun

Baca: Ketua ASITA : Isu Lokal Ikut Pengaruhi Psikologi Wisatawan

Baca: Tingkat Hunian Sepi, Pengusaha Hotel di Batam Keluarkan Aneka Jurus Kreasi. Ini Contohnya!

Sampai di turunan jalan lurus depan Dam Muka Kuning, Bukit Daeng, pas jarak beberapa meter dari U-turn jalan menuju Muka Kuning, motor mereka jatuh.

"Kan posisi nya saya di depan mereka, saat mereka jatuh saya dikasih tahu sama Icha yang saya bonceng kalau Pieter sama Astrid jatuh.  Saya langsung berhenti, kebetulan jarak mereka dengan saya tidak terlalu jauh, masih kelihatan karena saat itu jalan sepi. Lalu saya lihat dua orang pakai motor Mega Pro warna hitam menarik dan membawa tas Astrid, mereka dengan cepat melewati motor saya. Saya teriaki begal," kata Alfred

Melihat rekannya jatuh, Alfred langsung putar arah melihat kedua korban. Dia langsung meninggalkan Icha rekannya yang dibonceng dan mengejar kedua pelaku sambil mencari bantuan.

"Karena mungkin sudah terlalu jauh, sampai di simpang lampu merah Muka Kuning, motor tersebut menghilang tidak tahu belok ke mana. Yang saya tau mereka berdua pakai motor Mega Pro warna hitam, tidak pakai helm, yang dibonceng, pakai baju putih, rambut pendek dan badannya agak kurus kecil-kecil orangnya, yang di depan kurang jelas," terang Alfred.

Karena pelaku lolos, Alfred langsung kembali kepada rekannya. "Pas saya nyampe orang sudah ramai, ke dua teman saya Pieter dan Astrid sudah di tolong orang pakai mobil Avanza dibawa ke RS Camatha Sahidya, Panbil, dulu sebelum dibawa ke sini (RS. Elisabeth dan RSUD Embung Fatimah)," katanya. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Jumat, 21 Juli 2017

Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved