BATAM TERKINI

Ketua ASITA : Isu Lokal Ikut Pengaruhi Psikologi Wisatawan

Ketua ASITA, Andika Lim mengakui, beberapa isu lokal ikut mempengaruhi psikologi wisatawan yang ingin datang ke Batam.

Ketua ASITA : Isu Lokal Ikut Pengaruhi Psikologi Wisatawan
TRIBUN BATAM/ANDRIANI
Keributan yang kerap terjadi antara sopir taksi online dan konvensional diyakini menjadi isu yang ikut mempengaruhi psikologi wisatawan mancanegara. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Saat ini, tingkat kunjungan wisatawan di Batam terus menurun. Meski dialami hamir semua wilayah di Indonesia, namun bukan berarti tak ada tindakan untuk mengatasinya. Terlebih, terkait merebaknya isu-isu yang meresahkan.

Ketua ASITA, Andika Lim mengakui, beberapa isu lokal ikut mempengaruhi psikologi wisatawan yang ingin datang ke Batam. Satu di antaranya seperti persoalan perseteruan pengelola taksi online dengan konvensional yang terjadi, beberapa waktu lalu.

"Batam ini sebenarnya destinasi tidak banyak, tapi fasilitasnya luar biasa. Lapangan golf ada tujuh, hotel banyak, ferry pun punya frekuensi berlayar yang luar biasa, bisa 12-14 trip hanya satu arah saja," katanya.

Baca: Tingkat Hunian Sepi, Pengusaha Hotel di Batam Keluarkan Aneka Jurus Kreasi. Ini Contohnya!

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Ini Penyebab Turunnya Wisman ke Batam

Baca: Kunjungan Wisatawan Terus Turun, Dinas Pariwisata Siapkan Event Akbar. Apa Itu?

Menurut Andika, yang sangat penting diperhatikan adalah menjaga kondusfitas keamanan daerah. Terutama soal pengawasannya ditambah.

"Turis Singapura itu keamanan yang Paling diutamakan. Batam ini jauh lebih aman dibandingkan negara tetangga lain mereka. Makanya harus kita jaga sama-sama kondusifitasnya," ucap Andika Lim.

Selain keamanan, hal penting lainnya adalah layanan Imigrasi. "Kita harus lihat ke imigrasi. Begitu banyaknya warga mereka yang mau datang kemari, tapi konternya cuma dibuka dua. Mereka yang mau datang ini mungkin berpikir efisiensi, kalau dia lama-lama di Imigrasi antrenya, jam berapa lagi mau pulang ke negaranya. Ini PR kita juga, kenapa bisa begitu? Apa yang membuat mereka khawatir," ucap Tupa Simanjuntak menimpali. (*)‎

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved