Ratusan Guru Pensiun, Pemko Tanjungpinang Ajukan Penerimaan Guru Sebanyak 465 Posisi!

Ratusan Guru Pensiun, Pemko Tanjungpinang Ajukan Penerimaan Guru Sebanyak 465 Posisi!

Ratusan Guru Pensiun, Pemko Tanjungpinang Ajukan Penerimaan Guru Sebanyak 465 Posisi!
Tribunbatam/M Ikhwan
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajukan permohonan penerimaan guru ke Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Jumlah guru yang diusulkan sebanyak 465 guru.

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Baca: Bikin Merinding! Jasad 7 Tokoh Ini Digali Kembali Setelah Meninggal, Ini Alasannya!

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah menimum kebutuhan Kota Tanjungpinang akan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jumlah tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan evaluasi secara total dengan melihat perbandingan jumlah murid dengan kebutuhan guru.

"Total guru yang kita ajukan sesuai kebutuhan itu 465 guru. Itupun kita ambil jumlah minimum," katanya.

Menurutnya dua tahun terakhir saja ada sekitar 100 guru yang pensiun. Diperkirakan hingga 2018 ada 150 guru yang memasuki masa purnabakti. Sehingga dia menilai hal tersebut perlu diantisipasi agar tidak terjadi kekurangan guru. Sehingga pendidikan di Kota Tanjungpinang berjalan efektif.

"Guru sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Ini menjadi perhatian kita," katanya, Kamis (20/7).

Namun Lis akan menunggu signal dari Kementrian PANRB terkait usulan tersebut beberapa bulan mendatang. Jika direspon dengan baik maka itu hal tersebut sesuai dengan harapan. Bila tidak maka Pemko akan mencari solusi sementara menutupi kekurangan guru tersebut.

"Sementara memang kita belum mengalokasikan untuk penerimaan guru honor. Namun kalau tidak ada signal, dan kemempuan anggaran ada, tahun depan harus kita rekrut guru honor untuk menutupi sementara kekurangan guru," katanya.

Memang menurut Lis, pendidikan menjadi prioritas utama baginya. Selain guru ketersediaan ruang kelas juga menjadi perhatian. Meskipun ada penambahan Ruang Kelas Belajar baru, namun Pemko juga tengah memikirkan anggaran untuk meubelernya. Karena RKB tampa meubeler belum bisa digunakan.

"Sejauh ini yang rumit di Kecematan Tanjungpinang Timur. Karena ada ledakan penduduk luar biasa. Makanya untuk penambahan RKB dan lembaga pendidikan kita arahkan ke Timur untuk mengakomodir anak-anak di Timur," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help