Viral di Medsos, Video Anak Tukang Parkir Ditolak Masuk Sekolah. Ternyata Ini Faktanya

Pada saat itu, siswa yang sudah resmi diterima di sekolah itu sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua

Viral di Medsos, Video Anak Tukang Parkir Ditolak Masuk Sekolah. Ternyata Ini Faktanya
KOMPAS.com / Andi Hartik
Kepala SMPN 12 Kota Malang Syamsul Arifin saat ditemui di kantornya, Kamis (20/7/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Sebuah video yang memuat seorang siswa ditolak masuk viral di media sosial.

Dalam video yang berdurasi 54 detik, siswa yang memakai seragam sekolah dasar (SD) itu mengatakan bahwa kursinya di SMPN 12 Kota Malang dialihkan untuk siswa anak berkebutuhan khusus (ABK).

Siswa itu diketahui bernama Rizky Agung Bayu Saputra, warga Kelurahan Sukun, Kota Malang.

Menanggapi hal itu, Kepala SMPN 12 Kota Malang, Syamsul Arifin membantah pihaknya mengalihkan kursi calon siswa tersebut ke siswa yang lain.

Syamsul lantas menceritakan kronologi penolakan terhadap siswa tersebut.

Ia mengatakan, sesuai kuota yang telah ditetapkan, pagu untuk SMPN 12 Kota Malang hanya 248 siswa.

Namun karena banyaknya siswa yang mendaftar, Dinas Pendidikan Kota Malang menambah pagu penerimaan siswa baru untuk SMPN 12 Kota Malang.

Baca: Anak Penjual Gorengan Ini Alami Jantung Bocor. Bingung Cari Biaya Operasi Rp 100 Juta

Baca: Korban Jambret di Bukit Daeng Sudah Dibuntuti Sebelum Dipepet Pelaku

Syamsul tidak menyebutkan berapa tambahan pagu dari Dinas Pendidikan itu. Hanya saja, setelah dikurangi oleh siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) yang berjumlah empat orang, tambahan pagu itu hanya tersisa dua kursi.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved