Pertalite Jadi Primadona saat Mudik

Pertalite diproduksi dengan proses yang memenuhi kaidah standar industri dan pengendalian mutu yang terjamin.

Pertalite Jadi Primadona saat Mudik
Tribun Batam/Argianto
Peluncuran bahan bakar minyak jenis Pertalite di SPBU samping BCS Mall 

PT Pertamina (Persero) serius menjaga kualitas produk pertalite. Bahan bakar minyak BBM) RON 90 itu telah memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah dan dilakukan pada tempat yang baik.

Pertalite diproduksi dengan proses yang memenuhi kaidah standar industri dan pengendalian mutu yang terjamin. Hal itu membuat produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

Dalam pengujian produk, Pertamina juga tidak mau sembarangan. Pertamina melibatkan lembaga konsumen serta tim penguji independen dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Tidak heran jika pertalite kian menjadi primadona. Konsumen berangsur-angsur meninggalkan premium dan beralih ke pertalite.

Hal ini juga diungkapkan salah seorang konsumen Pertalite, Leo, yang mengatakan bahwa dirinya telah menjadi pembeli setia Pertalite semenjak diluncurkan beberapa waktu yang lalu.

"Memang ada perubahan di kendaraan saya ketika ganti bensin dari premium ke pertalite, selain lebih irit tarikan mesin jadi lebih ringan", ujar Leo.

PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi pertamax CS dan pertalite meningkat di jalur mudik. Kondisi ini menunjukkan kedua jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut digemari pemudik Lebaran 2017.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengungkapkan, hingga satu hari sebelum Lebaran (H-1) realisasi penyaluran rata-rata harian Pertalite mencapai 43.029 Kilo liter atau 21 persen di atas penyaluran harian (Daily Offtake Thruput/DOT) 2017 dan 106 persen di atas realisasi harian 2016.

Pada periode sama Pertamax Series tersalurkan sebanyak 17.214 Kl per hari atau 17 persen di atas DOT 2017 dan 25 persen di atas realisasi pada 2016.

Sedangkan, premium tercatat lebih rendah 5 persen dari DOT 2017, yaitu 35.301 KL, capai tersebut menunjukkan penurunan sekitar 46 persen jika dibandingkan dengan realisasi 2016.

Untuk penyaluran solar lebih rendah 2 persen dibandingkan dengan DOT, yaitu 36.154 KL per hari. Kendati demikian, volume tersebut naik sekitar 20 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help