Targetkan 20 Juta Wisman, Kemenhub Upayakan Perbanyak Penerbangan Internasional

Setelah menjangkau negara dari Asia Selatan, harapan selanjutnya akan mampu menarik minat turis dari kawasan Timur Tengah.

Targetkan 20 Juta Wisman, Kemenhub Upayakan Perbanyak Penerbangan Internasional
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Sekitar 212 wisatawan asal Tiongkok tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kamis (13/7/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kementerian Perhubungan menargetkan ada 20 juta kunjungan wisatawan luar negeri masuk ke Indonesia sepanjang tahun 2017.

Demi memenuhi target tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menugaskan maskapai Lion Air Group untuk membuka rute ke sejumlah negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

Ekspansi rute internasional tersebut melanjutkan pencapaian Lion Air Group membuka penerbangan dari Manado ke sejumlah kota di negeri China.

"Setelah Lion Air berhasil ke Manado-China, kami tugaskan untuk menjangkau India Pakistan Bangsladesh dari Medan. Jadi dari utara banyak turis," terang Budi Karya di kantor Lion Group Operation Centre, Tangerang, Jumat (21/7/2017).

Setelah menjangkau negara dari Asia Selatan, harapan selanjutnya akan mampu menarik minat turis dari kawasan Timur Tengah untuk menjadikan Indonesia sebagai pilihan destinasi wisata mereka.

Baca: MENGEJUTKAN! Usai Mencekik Istrinya, Suhartanto Sempat Membaur di Kerumunan Massa

Baca: Bawa Ikan Teri, WNA Asal China Diamankan Petugas Bandara Soekarno-Hatta. Kok Bisa?

Baca: NGERI! Ratusan Kera Turun Gunung dan Serang Warga Lima Desa di Wonogiri

Selama ini, kunjungan berasal dari Timur Tengah masih didominasi berasal dari penerbangan Jakarta untuk keperluan haji dan umroh. Rencananya, ekspansi untuk kunjungan penerbangan turis dari Timur Tengah akan dikaji dalam waktu enam bulan ke depan.

"Kami mulai dari India. Setelah itu Timur Tengah gampang karena banyak kesamaan budaya dan agama," tambah Budi.

Menurut Budi, saat ini upaya penambahan penerbangan internasional ke sejumlah negara masih terganjal hal administrasi, seperti Air Service Agreement (ASA).

Pembahasan ASA digunakan untuk ekspansi bagi industri penerbangan untuk menjangkau kota-kota kecil selain ibukota. "Sekarang sedang bahas ASA lagi untuk China dan India untuk buka kota-kota kecilnya. Semua pakai ASA untuk keperluan restriction," tambah Budi. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kontan.co.id dengan judul : Menhub targetkan 20 juta turis asing ke Indonesia

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help