Heboh! Perusahaan Berasnya Digerebek, Mantan Menteri Pertanian Ini Marah-marah. Siapa Dia?

Heboh! Perusahaan Berasnya Digerebek, Mantan Menteri Pertanian Ini Marah-marah. Siapa Dia?

Heboh! Perusahaan Berasnya Digerebek, Mantan Menteri Pertanian Ini Marah-marah. Siapa Dia?
Warta Kota/Dwi Rizki
Satgas Pangan menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 21.00 WIB 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Kepolisian menggrebek gudang PT. Indo Beras Unggul di Bekasi. Dua anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (PT TPSF), PT Indo Beras Unggul (PT IBU) dan PT Sekses Abadi Karya Inti (PT SAKTI), diduga melakukan praktik curang dan pembohongan publik atau pemalsuan melalui bisnis beras kemasan produksinya.

Baca: Heboh! Surat Bos Indosat ke Menteri Soal Perang Tarif Internet Bocor, Ini Curhatnya!

Baca: Mengejutkan! Benarkah Mantan Menteri Ini Biang Isu Pelengseran Menteri Susi?

Baca: Cewek Kamu Pendiam Ya? Mengejutkan Inilah 10 Ciri Seorang Hiperseks!

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Penggrebekan itu menyeret nama Mantan Menteri PertanianAnton Apriyantono. Ia disebut duduk sebagai Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS). Anton angkat bicara mengenai hal tersebut.

Ia menegaskan tuduhan ke perusahaannya merupakan fitnah besar. "Semakin banyak yang fitnah, ini cara Allah memberikan ladang amal ibadah. Kalau yakin benar enggak ada yang ditakuti," kata Anton ketika dihubungi Tribunnews.com, Minggu (23/7/2017).

Anton mengaku tidak akan melapor balik tudingan tersebut. Ia membiarkan pengadilan akherat yang membalas fitnah tersebut.

"Biarkan saja pengadilan akherat yang akan membalasnya, semakin banyak difitnah, semakin banyak amal ibadah buat saya," kata Anton.

Sebelumnya diberitakan, penyelidikan sementara Tim Satgas Pangan, termasuk Dittipideksus Bareskrim Polri, kedua perusahaan produksi beras itu membeli gabah kering giling bersubsidi dari petani seharga Rp4.900/kg.

Angka itu jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan Kementerian Perdagangan, yakni Rp3.700/kg.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved