KARIMUN TERKINI

Hasil Lab Makanan Korban Keracunan Belum Keluar, Polisi Belum Bisa Tentukan Tersangka

"Untuk dugaan sementara karena keracunan makanan. Kita sedang cek sample makanannya," kata Agus yang dikonfirmasi, Minggu

Hasil Lab Makanan Korban Keracunan Belum Keluar, Polisi Belum Bisa Tentukan Tersangka
tribunbatam/rachta yahya
Puluhan santri Ponpes Hidayatullah Karimun yang diduga keracunan massal tengah mendapat perawatan di RS Bakti Timah, Sabtu (22/7/2017) malam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Polisi masih menelusuri penyebab keracunan yang menimpa ratusan santri dan guru pondok pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Sabtu (22/7) malam.

Dalam prosesnya, Polres Karimun bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dengan melakukan uji laboratorium terhadap makanan yang diduga menjadi penyebabnya.
Dugaan sementara para guru dan santri keracunan telur di kotak nasi yang sebelumnya mereka konsumsi.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin mengatakan Tim Inafis telah turun ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel makanan dan bekas muntahan para santri di lokasi kejadian.

Baca: Sebagian Korban Keracunan di Sudah Diizinkan Pulang. Sebagian Masih Jalani Observasi

Baca: Ratusan Santri di Karimun Diduga Keracunan Nasi Kotak, Ini Rincian Korban Di Rumah Sakit Penampung!

Baca: Seharusnya Kepala Desa Sudah Gajian, Tapi Gara-gara Ini, Belum Dibayarkan

"Untuk dugaan sementara karena keracunan makanan. Kita sedang cek sample makanannya," kata Agus yang dikonfirmasi, Minggu (23/7).

Agus menambahkan pihaknya belum memperoleh hasil resmi dari laboratorium.  Karena itu orang yang memberikan makanan kepada para santri belum diperiksa.

"Nanti kita tetap akan periksa," kata Agus dihubungi, Minggu (23/7).

Sementara Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Dwihatmoko Wiraseno mengatakan para korban mengalami muntah-muntah, mual, terlihat pucat dan perut mengalami sakit usai menyantap nasi kotak.

"Kita masih tunggu pemeriksaan dokter. Yang dialami korban rata-rata hampir sama," ujar Dwi.

Saat ini Satreskrim Polres Karimun tela memeriksa sebanyak empat saksi.

Dari hasil pemeriksaan sementara polisi, telur yang ada di dalam kotak nasi sudah tidak layak dikonsumsi sehingga menyebabkan keracunan makanan.

"Telur yang dikonsumsi para korban menunjukkan ciri- ciri yang tidak layak konsumsi. Kita masih dalami. Jika terindikasi ada unsur kesengajaan maka akan kita tindak lanjuti," kata Dwi. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 24 Juli 2017

Penulis: Rachta Yahya
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help