Kalau Protes Keranda Putih Dicueki, Demonstran Ancam Boikot Kunker Gubernur ke Daerah!

Kalau Protes Keranda Putih Dicueki, Demonstran Ancam Boikot Kunker Gubernur ke Daerah!

Kalau Protes Keranda Putih Dicueki, Demonstran Ancam Boikot Kunker Gubernur ke Daerah!
tribunbatam/thom limahekin
Suasana demo di Kantor Gubernur Kepri, Senin (24/7/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS. COM, TANJUNGPINANG-Setelah menyerukan sejumlah tuntutan, pengunjuk rasa di kantor Gubernur Kepri di Dompak juga mengancam memboikot setiap kunjungn kerja gubernur ke daerah kalau tuntutan mentok tak ditanggapi.

Baca: Kritisi Kebijakan Gubernur, Demonstran Sindir Nurdin: Bunyinya Bikin Geleng-geleng Kepala!

Baca: Pendemo Tuntut Realiasi Proyek di Lingga, Protes Rencana Gubernur Bangun Jalan Layang Pinang!

Baca: BREAKINGNEWS: Protes Gubernur Kepri, Massa Arak Keranda Putih ke Kantor Pemprov!

Baca: Ehem! Inilah 4 PNS Wanita Berparas Cantik! Jangan Membantah, Nomor 4 Mirip Manohara!

Sebuah keranda berkain putih diarak ke kantor gubernur Kepri di pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (24/7/2017).

Keranda tersebut dibawa oleh gabungan masyarakat dan mahasiswa dalam Solidaritas Masyarakat Kepri. Mereka mengusung beberapa poin tuntutan kepada gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

"Kalau Pak gubernur mau membangun Kepri secara berkeadilan maka saya cium kaki dia. Tetapi jika itu tidak dibuat Pak gubernur maka kaki saya di kepala dia," kata Aziz Martinas, perwakilan masyarakat Lingga saat berorasi.

Di tangan aziz, ada selembar kertas yang berisi rincian sejumlah proyek jalan di Lingga yang pagu anggarannya berkisar antara Rp 3 miliar sampai Rp 88 miliar. Beberapa proyek tersebut bahkan belum direalisasikan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Kepri.

Akan tetapi Pemprov Kepri justru sudah menganggarkan dan bertekad merealisasikan pembangunan jembatan layang di depan Ramayana Mall Tanjungpinang.

"Tolong masyarakat kami di sana. Beberapa tahun belakangan masyarakat kami setengah mati berjalan di sana,", terang Aziz.

Solidaritas Masyarakat Kepri secara keseluruhan menyampaikan beberapa poin tuntutan antara lain menolak pembangunan jembatan layang di Tanjungpinang dan meminta Nurdin membatalkan proyek tersebut,

mendesak Pemprov Kepri menyelesaikan pembangunan di daerah-daerah di kabupaten/kota se-Kepri, mendesak DPRD Kepri menolak proyek-proyek prestisius dan mendesak Pemprov Kepri menyelesaikan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

Pada poin terakhir tuntutan mereka, mahasiswa dan masyarakat ini memastikan akan memberikan perlawanan untuk memboikot seluruh kunjungan kerja gubernur Kepri ke setiap daerah di kabupaten/kota di Kepri. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help