Tak Mengejutkan! Pajak Hotel-Restoran Bintan Masih Terbesar, Ini Realisasi Pajak Daerahnya!

Tak Mengejutkan! Pajak Hotel-Restoran Bintan Masih Terbesar, Ini Realisasi Pajak Daerahnya!

Tak Mengejutkan! Pajak Hotel-Restoran Bintan Masih Terbesar, Ini Realisasi Pajak Daerahnya!
TRIBUN BATAM/Istimewa
Ilustrasi. Salah satu kamar yang ada Swiss-Belhotel Lagoi Bay yang terdapat ruang pertemuan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Data Badan Pengelolaan Pajak dan Restribusi Daerah (BPPD) Bintan, wajib pajak (WP) di Bintan tercatat 500-an subjek. BPPD Bintan belum melansir data resmi jumlah wajib pajak taat dan tidak taat.

Baca: Heboh! Peta Dunia yang Selama Ini Kita Gunakan Sejak Bangku SD Ternyata Keliru. Ini Alasannya!

Baca: Ehem! Inilah 4 PNS Wanita Berparas Cantik! Jangan Membantah, Nomor 4 Mirip Manohara!

Dalam acara Apresiasi Wajib Pajak Daerah Atas Partisipasi Dalam Pemungutan Pajak Daerah Periode Tahun 2014 sampai dengan 2016 kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2017 di Convention Hall Hermes Agro Resort, terdapat 300 wajib pajak diundang.

Kepala BPPD Bintan Yuzet dalam keterangan persnya menyatakan, upaya demi upaya akan terus dilakukan untuk memaksimalkan penerimaan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi.

Bagi wajib pajak yang sudah terkategori taat, pihaknya akan terus memberikan penghargaan dan motivasi. Bahkan direncanakan kedepan akan mengemas dooprize spesial untuk lebih menjngkatkan gairah wajib pajak taat memenuhi kewajiban.

"Bagi yang belum taat, atau masih melakukan nunggak nunggak, dengan adanya apresiasi apresiasi yang digelar seperti sekarang bisa termotivasi untuk taat pajak dan mau terbuka,"kata Yuzet.

Bagi Badan Pengelolaan Pajak, dana yang terhimpun melalui pajak daerah dan retribusi akan menjadi sumber kas untuk membiayai pembangunan berkelanjutan. Kesadaran wajib pajak memenuhi kewajibannya tepat waktu dan tepat nilai sangat diharapkan.

Yuzet mengatakan, sebetulnya dalam konteks Bintan, secara umum menarik pajak darah dari wajib pajak yang terdata resmi bukan perkara sulit. Sebab selama ini kendala yang dihadapi masih lebih pada waktu, wajib pajak masih sering telat menunaikan kewajibannya

"Menarik pajaknya tidak susah, cuma agak keterlambatannya, kebanyakan membayar pada akhir akhir. Misalnya sekarang ini PBB, P2, itu kan jangka waktu pembayarannya tanggal 31 April sampai 31 Agustus, nah karena jangka waktu pembayaran panjang, orang (wajib pajak) banyak memilih di akhir akhir,"kata Yuzet.

Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPD) Bintan mencatat, hingga triwulan II periode 2017, target penerimaan pajak daerah dan retribusi di Bintan sejauh ini diproyeksikan tercapai.

Nilai yang sudah terserap sudah berada di angka 41, 2 persen. Dari nilai target tersebut, kontribusi terbesar masih berasal dari pajak hotel dan restoran. "Kontribusinya sekitar 70 persen diantara semua jenis pajak daerah yang ada,"kata Yuzet.

Bila dinominalkan, target dana pajak daerah yang hendak dikumpulkan ada Rp 155 miliar. Bila dihimpun dengan retribusidan kewajiban lainnya total target yang harus dihimpun Rp 198 miliar.

Meski disebut sebut besar, Yuzet optimis, target tercapai. Merujuk data yang dia pegang, sudah ada 45 persen setoran pajak dan retribusi daerah yang masuk.

"Optimis. Untuk sampai bulan sekarang saja ini kita sudah dapat 45 persen dari target yang ditetapkan untuk dicapai,"kata dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help