Disebut Curang, Begini Nasib Beras Maknyuss di Pasaran Saat Ini

PT TPS berdiri sejak 2010. Sejak berdirinya perusahaan tersebut, sejak itulah cara-cara yang dianggap curang itu dilakukan.

Disebut Curang, Begini Nasib Beras Maknyuss di Pasaran Saat Ini
WARTAKOTA
Satgas Pangan menggerebek gudang beras PT Indo Beras Unggul di Jalan Rengasbandung KM 60, Kelurahan Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 21.00 WIB. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tengah mengusut dugaan kecurangan yang dilakukan PT Indo Beras Unggul (IBU) dalam memproduksi beras merk "Maknyuss" dan "Ayam Jago".

Anak perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) lainnya, seperti PT Sakti, juga melakukan hal yang sama dengan beras merk berbeda yang mereka produksi. Kecurangan yang dimaksud yakni membeli harga gabah di petani melampaui harga batas yang ditetapkan pemerintah.

Dalam Peranturan Menteri Perdagangan Nomor 47/M-Dag/Per/7/2017, disebutkan harga acuan pembelian di petani sebesar Rp 3.700 perkilogram untuk gabah panen dan Rp 4.600 perkilogram untuk gabah kering giling.

Harga tersebut memang menguntungkan petani, namun mematikan usaha para penggiling gabah kecil yang semestinya terlibat dalam rantai produksi. Tindakan tersebut juga menyebabkan persaingan usaha di tingkat produsen karena petani lebih memilih menjual gabah ke PT IBU dengan harga lebih tinggi dibandingkan ke perusahaan lain.

PT TPS berdiri sejak 2010. Sejak berdirinya perusahaan tersebut, sejak itulah cara-cara yang dianggap curang itu dilakukan.

"Mengakuisisi penggilingan yang kecil-kecil di Bekasi, Karawang, Sragen. Kalau dihitung dari situ, hitungannya (kerugian negara) memang lumayan besar," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Senin (24/7/2017).

Baca: Jokowi Tak Undang Wakil Partainya ke Istana, Begini Reaksi PAN

Baca: Tetap Jadi Pendukung Pemerintah, PAN Tolak Saran Amien Rais Tarik Menteri dari Kabinet

Baca: Ini Dia Mimpi Rudi-Amsakar Wujudkan Batam Jadi Kota Metropolitan

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 17 saksi. Mereka terdiri dari karyawan PT IBU, retail yang memasarkan beras, petani yang memasok gabah, hingga penggiling gabah. Namun, penyidik belum menetapkan tersangka.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved