MOTION

Komunitas Coret Marut Art Space, Piknik Itu Artinya Bisa Melukis Ramai-Ramai

Bagi mereka, proses menghasilkan sebuah karya bersama-dama adalah piknik nyata yang dapat menyegarkan kembali pikiran.

Komunitas Coret Marut Art Space, Piknik Itu Artinya Bisa Melukis Ramai-Ramai
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
MOTION 

BAGI kebanyakan orang, rekreasi diimplementasikan dengan mengunjungi pantai, taman, gunung, danau, atau tempat wisata lainnya. Namun, bagi anggota Komunitas Coret Marut Art Space, piknik berarti waktunya melukis.

Komunitas yang menjadi wadah mempersatuan para pelukis dan penggambar di Kota Tanjungpinang ini memang berekreasi dengan menggambar.

Bagi mereka, proses menghasilkan sebuah karya bersama-dama adalah piknik nyata yang dapat menyegarkan kembali pikiran.

Komunitas ini sendiri resmi dibentuk dua tahun lalu. Tepatnya pada Desember 2015. Awalnya, ada empat sahabat yakni Ega Puja Bangsa, Tilek, Gery, dan Aji, yang memiliki hobi yang sama di bidang seni menggambar.

Keempatnya sering berkumpul, berbual dan berdiskusi hingga tercetuslah ide membentuk sebuah komunitas yang bisa mewadahi para pencinta seni menggambar dan melukis di Kota Gurindam.

Kemudian, Ega CS berinisiatif membuat pengumuman yang ditujukan kapada para seniman untuk menggambar bersama. Undangan tersebut diposting di media sosial.

"Ternyata yang datang banyak juga. Ada sekitar 20 orang. Rata-rata mereka adalah remaja. Kemudian kita menggambar bersama," kata Ega, koordinator Komunitas Coret Marut, pada Tribun belum lama ini.

Menurutnya motivasi awal untuk membentuk komunitas karena sulitnya mencari teman yang sehobi.

Sebenarnya, kata Ega, dirinya sudah tahu di Kota Tanjungpinang juga sudah ada komunitas serupa. Namun, komunitas yang ada lebih kepada seni menggambar klasik dan media lukis kanfas. Sementara seni yang diinginkan adalah lukisan kontemporer.

"Nah kita ingin melalui komunitas Coret Marut ini, kita bisa mengeksplor lebih jauh. Dengan gaya gambar atau lukisan kontemporer," katanya.

Halaman
1234
Penulis: M Ikhwan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help