MOTION

Komunitas Coret Marut Art Space, Piknik Itu Artinya Bisa Melukis Ramai-Ramai

Bagi mereka, proses menghasilkan sebuah karya bersama-dama adalah piknik nyata yang dapat menyegarkan kembali pikiran.

Komunitas Coret Marut Art Space, Piknik Itu Artinya Bisa Melukis Ramai-Ramai
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
MOTION 

Menurut Ega melalui hobi tersebut, pera anggota komunitas juga sudah banyak yang menghasilkan pemasukan. Mereka menjual hasil-hasil karya mereka, baik itu untuk pajangan dinding dan lain sebagainya.

Mereka juga menerima jasa atau menggambar mural di dinding. Biasanya ini banyak diorder oleh kafe-kafe. Soal harga tergantung kesepakatan.

Tak tanggung-tanggung, beberapa karya yang dihasilkan oleh anggota komunitas bahkan sudah mampu menembus pasar internasional seperti Eropa dan Amerika. (iwn)

Ini Bukan Vandalisme Tapi Seni

BILA sebagian orang masih berfikir menggambar di tembok adalah vandal, maka menurut Koordinator Komunitas Coret Marut, Ega Puja Bangsa, anggapan itu salah besar.

Dia menegaskan bahwa aksi menggambar mural dan grafiti yang mereka lalukan di tembok maupun dinding bukan merupakan aksi vandalisme, melainkan seni.

"Jita tidak merusak. Kita tahu mana yang merusak dan mana yang tidak. Kami menggambar justru memberi nyawa terhadap media yang semula tak menarik menjadi indah. Kalau menggambar atau mencoret-coret dengan tulisan tak senonoh, itu baru merusak,"kata Ega.

Media yang dipilih juga tidak sembarangan. Biasanya dinding-dinding tak terawat dan kusam, seperti dinding pagar, rumah kosong, atau media-media lain di pinggir jalan.

Sehingga dengan digambar, dinding menjadi indah dengan segala pesan yang tersirat didalamnya.

"Kita buat gambar di jalan supaya orang tahu kita eksis di Tanjungpinang," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: M Ikhwan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved