Cuaca Buruk di Anambas

BREAKINGNEWS: Penumpang Dengar Suara Hentakan Kuat, Kapal Bupati Batalkan Perjalanan!

Penumpang Dengar Suara Hentakan Kuat, Kapal Bupati Batalkan Perjalanan ke Jemaja!

BREAKINGNEWS: Penumpang Dengar Suara Hentakan Kuat, Kapal Bupati Batalkan Perjalanan!
TRIBUNBATAM/SEPTYAN MULIA ROHMAN
Ilustrasi. Sejumlah Kepala Desa di Anambas menandatangani pakta integritas di hadapan Bupati Anambas Abdul Haris dan perwakilan KPK, Minggu (23/7/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Kapal Anambas 1 yang membawa rombongan Bupati dan sejumlah pejabat berbalik arah menuju Tarempa setelah melakukan perjalanan lebih kurang satu jam lamanya. Langkah ini terpaksa dilakukan setelah Bupati meminta kepada kapten kapal untuk berbalik arah karena cuaca laut yang kurang kondusif.

Baca: Cewek Kamu Pendiam Ya? Mengejutkan Inilah 10 Ciri Seorang Hiperseks!

Baca: Heboh! Ashanty Blak-blakan Rahasia Ranjang Dengan Anang Hermansyah, Ini Kebiasaan Anang!

Baca: Heboh! Artis Cantik Mikha Tambayong Tak Pakai Beha, Fotonya Bikin Berdesir!

Salahseorang penumpang di kapal tersebut pun, sempat terkejut ketika mengetahui kondisi laut yang kurang bersahabat untuk melaksanakan pelayaran itu. Ia bahkan sempat mendengar ada hentakan cukup kuat ketika kapal berlayar di sekitar perairan Lingai. "Di Tarempa tenang-tenang saja.

Lebih kurang ketika di sekitar perairan Lingai baru ombak cukup kuat. Saya sempat terbangun dari tidur, karena hentakanna cukup kuat," ujar sumber Tribun tersebut seraya meminta namanya tidak dikorankan Kamis (27/7/2017).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Anambas, Roby Sanjaya pun membenarkan kapal yang membawa Bupati Anambas bersama rombongan tersebut kembali ke Tarempa. Mempertimbangkan aspek keselamatan, langkah tersebut dilakukan karena kondisi laut yang kurang kondusif untuk melaksanakan pelayaran.

Bupati bersama rombongan yang bertolak sekitar pukul delapan pagi dari Tarempa, berencana ke Jemaja untuk menghadiri undangan pengukuhan pengurus kecamatan salahsatu paguyuban yang ada di Anambas (IKSB,red).

"Iya, termasuk saya ada dalam kapal itu. Posisinya berada di sekitar perairan Lingai," ungkapnya. Dibagian lain, Salim Kepala Urusan Teknis BMKG Stasiun Metereologi Tarempa mengatakan,

kondisi cuaca di sekitar Lingai khususnya kondisi laut kerap perlu diwaspadai dikarenakan ada pertemuan arus di sana. Kondisi ini ditambah dengan arah angin yang berasal dari selatan dengan kecepatan antara enam sampai 20 knot.

"Kondisi perairan di seitar sana memang perlu kewaspadaan. Ditambah dengan kecepatan serta arah angin yang berhembus dari arah selatan," ungkapnya. Pihaknya merincikan, suhu udara untuk Tarempa dan sekitarnya tercatat mncapao 32,4 derajat Celcius dengan tinggi gelombang mencapai satu hingga satu setengah meter. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Jumat (28/7/2017)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved