ALAMAK. Gara-gara Tak Mau Beri Sapu dan Taplak Meja, Rapor Siswa Ini Ditahan Sekolah

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar Lukman Umar menilai, tindakan yang dilakukan pihak SD Inpres Barakkang, menyalahi aturan

ALAMAK. Gara-gara Tak Mau Beri Sapu dan Taplak Meja, Rapor Siswa Ini Ditahan Sekolah
Istimewa
Ilustrasi Pungli 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Beragam modus pungli (pungutan liar) baru diduga telah dipraktikkan berbagai sekolah di Sulawesi Barat dalam memungut biaya secara ilegal kepada para siswa.

Bentuknya mulai dari istilah sumbangan wajib hingga memaksa siswa membawa sapu ijuk, lap tangan, dan taplak meja bernilai seratusan ribu rupiah per siswa.

Modus pungli baru itu dilakukan pihak sekolah pada momen penerimaan rapor atau penerimaan ijazah.

Siswa yang tidak menyumbang sapu, lap tangan atau taplak meja atau menolak permintaan pihak sekolah, rapor atau ijazah mereka ditahan pihak sekolah sebelum persyaratan tersebut dipenuhi.

Ombudsman RI Sulawesi Barat secara resmi menerima pengaduan dugaan kasus dugaan pungutan liar di SD Inpres Barakkang, Mamuju Tengah pada Jumat (28/07/) lalu.

Baca: Kepala Sekolah Ini Ajak Damai Siswa yang Diduga Ia Tendang dan Benturkan Kepalanya ke Dinding

Baca: Aksi Tebang Pohon Paksa Pejabat Kecamatan Bintim Turun Tangan, Selamatan Sekolah Batal!

Baca: VIRAL. Keberatan Sekolah Minta Sumbangan, Wali Murid Posting di Medsos. Kepala Sekolah: Tidak Wajib

Setiap siswa di sekolah itu diwajibkan untuk menyetorkan sapu ijuk, lap tangan, dan taplak meja untuk peralatan kebersihan sekolah sebelum bisa mengambil rapor.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulbar Lukman Umar menilai, tindakan yang dilakukan pihak SD Inpres Barakkang, menyalahi aturan.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved