Liga 1 Indonesia

Bobotoh Dilarang ke Stadion untuk Dukung Persib Selama Lima Laga

Persib Bandung terus menelan pil pahil. Hasil buruk yang diperoleh tim, diperburuk 'hujan hukuman' dari PSSI untuk klub yang bermarkas di Bandung ini.

Bobotoh Dilarang ke Stadion untuk Dukung Persib Selama Lima Laga
Bobotoh 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Persib Bandung terus menelan pil pahil. Hasil buruk yang diperoleh tim, diperburuk 'hujan hukuman' dari PSSI untuk klub yang bermarkas di Bandung ini.

Pangeran Biru kembali mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI akibat tingkah laku buruk suporter.

Dilansir dari laman resmi klub, terbaru, bobotoh dilarang memberikan dukungan langsung untuk timnya sebanyak lima pertandingan, baik kandang atau tandang.

Sanksi ini adalah yang terberat dari hukuman-hukuman yang pernah diterima Maung Bandung selama Liga 1.

Sebelumnya, hukuman Komdis kepada Persib Bandung berupa denda sedangkan bagi bobotoh hanya dilarang memakai atribut.

Hukuman diberikan usai laga menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Api, akhir pekan lalu.

Dalam duel klasik yang berlangsung pekan lalu, Komdis PSSI mencatat lima kesalahan yang dibuat para suporter Pangeran Biru.

Bobotoh terbukti menyalakan flare, melakukan pelemparan botol ke lapangan, pemukulan terhadap ofisial tim lawan, adanya keributan, dan pengeroyokan terhadap suporter lainnya.

Pelanggaran kelima berujung meninggalnya bobotoh asal Cicadas, Ricko Andrean Maulana (22).

Setelah dikeroyok oknum suporter pada Sabtu lalu dan menjalani perawatan intensif selama lima hari di rumah sakit, Ricko Andrean meninggal pada Kamis (27/7/2017).

"Merujuk kepada pasal 67 dan 11 huruf (e) kode disiplin PSSI, suporter PERSIB dihukum larangan memasuki stadion sebanyak lima pertandingan," kata Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin Firdaus.

Surat nomor 060/L1/SK/KD-PSSI/VII/2017 menjelaskan jika Bobotoh dilarang masuk stadion terhitung sejak laga kontra Perseru Serui, sore nanti hingga empat laga putaran dua itu adalah, kontra PS.

TNI (5 Agustus 2017), Arema FC (12 Agustus 2017), Sriwijaya FC (16 Agustus 2017) dan Persegres Gresik United (20 Agustus 2017).

Menanggapi masih terbukanya banding yang tercantum dalam surat tersebut, General Coordinator Panpel PERSIB, Budhi Bram Rachman akan mengajukan banding.

Sebab, dua dari lima laga tersebut adalah pertandingan kandang (melawan PS TNI dan Persegres) di mana Panpel tidak akan bisa mengalokasikan tiket untuk Bobotoh atau penonton. (*)

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved