Mengejutkan! Sudah 144 Kali Ali Impor Tekstil, Tiga Kali Impor Barang Pibadi!

Mengejutkan! Sudah 144 Kali Ali Impor Tekstil, Tiga Kali Impor Barang Pibadi!

Mengejutkan! Sudah 144 Kali Ali Impor Tekstil, Tiga Kali Impor Barang Pibadi!
TRIBUN BATAM/LEO HALAWA
Ilustrasi. Mapolda Kepri 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Penangkapan tekstil yang dilakukan unit Reskrim Polsek Batam Kota setidaknya menjadi pukulan bagi petugas pengamanan di kota Batam. Dengan menggunakan modus resmi, instansi terkait seperti BC dan Kepolisian bisa terkecoh karena kehalian mereka.

Baca: Tabrakan Adu Kambing di Palmatak, Korban Amri Terlempar 12 Meter ke Jalan!

Baca: Kasus 550 Ton Tekstil Ilegal, Polda Kepri Bidik Ali Pakai UU Ini. Begini Dalih Kapolda!

Baca: Terpaksa Murid Masih Numpang, Wacana Gedung SDN 008 Batuaji Belum Kelar!

Ali tersangka utama yang diamankan pihak kepolisian diketahui merupakan karyawan kepercayaan di PT Wear Smart. ‎Dari hasil pemeriksaan awal, semenjak awal tahun 2017 setidaknya sudah 144 kali ia mengimpor barang dari luar negri atas nama perusahaan. Sementara, dari 144 itu, ia juga melakukan impor tekstil rijek untuk kepentingan dirinya sendiri.

Kanit Buser Polsek Batam Kota Ipda Mega Satria Tama mengatakan, modusnya sendiri dilakukan dengan sangat rapi. Bahkan dia bisa menembus pasar barang-barang rijek dari tempat ia membeli barang yang memang utuh.

"Barang itu masuk langsung dari Cina kemudian Transit ke Singapura. Dari Singapura kemudian ke Batam masuk melalui pelabuhan Batu Ampar," sebut Mega, minggu (30/7/2017) siang

Lebih lanjut dikatakannya, mereka selalu menggunakan jalur resmi, karena perusahaan Garmer yang ia gunakan tersebut sudah ‎lama terdaftar. Tanpa kecurigaan, Ali leluasa untuk mendatangkan barang bahkan mengeluarkannya lagi dari kota Batam.

"Yang jelas, untuk pemeriksaan awal diketahui, semenjak januri 2014 lalu, sudah 144 kali ia membeli barang," sambungnya.

‎Ditangkapnya Ali oleh anggota Reskrim Polsek Batam Kota ketika sedang bongkar muat barang di kawasan Mitra Raya Batam, Centre. Barang-barang itu sengaja mereka pindahkan agar tidak ada kecurigaan dari‎ pihak Bea dan Cukai Batam.

"Kontainer dari Cina itu masuk dan isinya di keluarkan. Kemudian dia masukan ke kontainer Biasa. Sudah dua kontainer yang masuk, satu kontaianer lagi masih dalam poroses saat kita tangkap," tegasnya.

Sejauh ini, belum ada tambahan tersangka lain teriakit kasus ini. Menurut Mega, pihaknya terus berkordinasi dengan penyidik Polda Kepri. Sebab untuk penanganan kasus ini langsung diambil alih oleh Dirkrimsus Polda Kepri. (*)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved