TANJUNGPINANG TERKINI

Sebanyak 22 Penyuluh dan Petugas Lapangan KB Tanjungpinang dan Natuna Beralih Status

Mereka diserahkan-terimakan BkkbN Kepri kepada BkkbN Pusat di CK Hotel Tanjungpinang pada Senin (31/7) pagi

Sebanyak 22 Penyuluh dan Petugas Lapangan KB Tanjungpinang dan Natuna Beralih Status
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Acara serah terima 22 penyuluh dan pejabat KB dari Tanjungpinang dan Natuna ke BKKBN Pusat, Senin (31/7/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Sebanyak 22 orang penyuluh dan petugas lapangan keluarga bencana (KB) dari Tanjungpinang dan Kabupaten Natuna beralih status.

Mereka diserahkan-terimakan BkkbN Kepri kepada BkkbN Pusat di CK Hotel Tanjungpinang pada Senin (31/7/2017) pagi.

Wali kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, Wakil Bupati Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti dan Asisten III Sekreyariat Pemprov Kepri Muhammad Hasbi dan sejumlah pejabat lain hadir menyaksikan proses serah terima tersebut.

Hasbi mengatakan, kehadiran petugas dan penyuluh Kepri keluarga berencana ini patut disyukuri, sebab, meningkatkan program KB itu bukan persoalan mudah.

Baca: Mantan Karyawan McDermott Ini Mengaku Dipersulit Saat Urus Paspor. Begini Pengakuannya

Baca: Sudah di Pesawat, Sesak Nafas Kambuh. Seorang Calon Jemaah Haji Asal Karimun Ini Tunda Berangkat

Baca: Koramil dan Pemuda Pancasila Keliling Kota Tarempa Pakai Pengeras Suara. Ini yang Mereka Sampaikan

Ada 18 petugas dan penyuluh dari kota Tanjungpinang serta 4 petugas dan penyuluh dari kabupaten Natuna.

Hasbi menjelaskan keberadaan 22 petugas dan penyuluh dari dua kabupaten/kota ini diharapkan bisa mendukung perwujudan program KB. Hal tersebut bukan berarti tidak ada petugas dan penyuluh KB di kabupaten/kota lainnya di Kepri.

"Di lima kabupaten/kota yang lain petugas dan penyuluhnya adalah pegawai di kelurahan, kecamatan dan pegawai negeri sipil. Nah, mereka yang kita serah-terimakan hari ini adalah mereka yang dari dulu jadi petugas dan penyuluh KB," kata Hasbi.

Sekretaris utama BkkbN Pusat Nofrijal mengatakan seharusnya ada satu petugas atau penyuluh menangani satu desa. Namun, kekurangan tenaga ini membuat satu petugas atau penyuluh menangani beberapa desa.

"Kami akan memprioritaskan tenaga petugas dan penyuluh kalau ada rekrutan dari BkkbN Pusat. Dengan itu, Kepri dapat petugas dan penyuluh lebih banyak lagi," kata Nofrijal. (*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 1 Agustus 2017

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help