Dugaan Penipuan Mencatut Ditjen Pajak

Bidik Bendahara! Mendadak Masuk Email ke Disperindag Bintan, Begini Isinya!

Bidik Bendahara! Mendadak Masuk Email ke Disperindag Bintan, Begini Isinya!

Bidik Bendahara! Mendadak Masuk Email ke Disperindag Bintan, Begini Isinya!
tribunbatam/aminnudin
Surat undangan sosialisasi perpajakan diduga aksi penipuan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Sepucuk surat berkop Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak, sub Dorektorat Penyuluhan dan Humas mampir di email Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menegah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bintan pada Kamis (27/7/2017).

Surat berlogo Direktorat Perpajakan tersebut ditujukan kepada bendahara pengeluaran Diskoperindag Bintan. Isinya perihal undangan sosialisasi perpajakan berbasis elektronik di Jakarta.

Dalam surat tersebut ditulis peserta yang ikut kegiatan harap mengonfirmasi kehadiran sebelum hari H dengan menghubungi contak person atas nama Usman Syarif yang juga sekaligus koordinator acara. Atau ketua panitia atas nama Arnita Pujiastuti.

Pegawai Diskoperindag pun mencoba menghubungi nomor kontak dimaksud. Termasuk siap mentransfer uang pendaftaran keikutsertaan sosialisasi senilai Rp 200 ribu rupiah. Namun apa pasal, Usman, sang kordinator acara mengatakan, duit Rp 200 ribu itu tidak cukup untuk akomodasi acara di Jakarta.

"Oh nggak cukup tu,"kata Dian Nusa kepada Tribun, Selasa (1/8/2017) menirukan pembicaraan stafnya melalui telepon dengan orang mengaku Usman, koordinator acara perpajakan.

Dian Nusa mengatakan, hampir saja stafnya terbujuk rayuan maut sipelaku modus. Duit jutaan hampir saja melayang sia sia. Untung stafnya kemudian curiga dan akhirnya menghentikan pembicaraan. Menurut Dian Nusa, modus demikian sudah dialami dua kali. Surat sama pernah juga masuk ke dinas lain lingkup Pemkab Bintan. Modusnya sama mencatut nama lembaga pemerintahan pusat.

Atas kejadian tersebut, Dian Nusa menghimbau untuk berhati hati melayani model surat demikian. Sebab sudah dipastikan itu adalah modus penipuan dengan mencatut nama instansi pemerintahan."Sangat kita tekankan untuk berhati hati dengan modus penipuan dengan mencatut nama insitusi pemerintah. Sebab jika tidak hati hati bisa bakalan banyak korban,"ujar Dian Nusa.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help