BREAKING NEWS. Pakai Uang Negara untuk Nyicil Kredit Mobil. Mantan Kadinsos Karimun Tersangka

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Indra Gunawan, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana kegiatan administrasi umum

BREAKING NEWS. Pakai Uang Negara untuk Nyicil Kredit Mobil. Mantan Kadinsos Karimun Tersangka
Satreskrim Polres Karimun melakukan pemeriksaan terkait kasus korupsi mantan Kadinsos Kabupaten Karimun, Indra Gunawan. 

Laporan Tribun Batam, Elhadif Putra

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun menetapkan mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun, Indra Gunawan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana kegiatan administrasi umum di tahun 2014-2016.

Pria yang KINI menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karimun itu diduga  mempergunakan anggaran untuk keperluan pribadi dan tidak sesuai DPA.

Indra diduga memperuntukan dana tersebut untuk pembayaran angsuran mobil, angsuran untuk kredit di bank dan lain-lainnya.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Juli lalu," kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiraseno yang dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (1/7) malam. 

Dwi menyebutkan estimasi kerugian negara atas tindakan yang dilakukan oleh Indra sekitar Rp 3 miliar.

"Estimasinya sekitar Rp 3 miliar. Modus operandinya, tersangka melakukan manipulasi SPJ belanja anggaran secara fiktif dimana uang yang telah di dapatkan dipergunakan untuk keperluan pribadi," paparnya.

Pada Selasa siang, Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Karimun.

Setiap ruangan dan arsip serta komputer yang berhubungan dengan dugaan kasus ini diperiksa polisi. 

Beberapa pegawai dan pejabat di Dinas Sosial yang pernah menjabat di masa kepemimpinan Indra juga dimintai keterangan. 

Disebutkan Dwi, pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa mobil merk Honda, BPKB serta dokumen yang berkaitan dengan adum 2014-2016. 

Indra disangkakan pasal 2 dan atau pasal 3 18 UU No. 31 thn 1999 yang telah diubah menjadi UU No. 20 Thn 2001 tentang tindak pidana korupsi.

"Untuk saat ini tersangka belum kita tahan," tambah Dwi. 

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved