TribunBatam/

Polisi Ciduk Pengedar Sabu Di Bengkel, Pelaku Dapat Barang Dari Buronan Ini

Polisi Ciduk Pengedar Sabu Di Bengkel, Pelaku Dapat Barang Dari Buronan Ini

Polisi Ciduk Pengedar Sabu Di Bengkel, Pelaku Dapat Barang Dari Buronan Ini
tribunbatam/elhadif putra
Kasat Reserse Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madiyatias 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Satuan Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun kebali menangkap dua orang berinisial Rz dan Fb di dua lokasi terpisah. Mereka diduga sebagai anggota jaringan pengedar narkoba jenis sabu di Karimun.

Penangkapan yang dilakukan pada Senin (24/7) ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima Satres Narkoba mengenai adanya seoorang laki-laki yang dicurigai sedang membawa sabu di sebuah bengkel di dekat Kantor Koramil, Teluk Air, Kecamatan Karimun. Sekira pukul 16.00 WIB petugas mendatangi lokasi dan menemukan orang yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi.

Polisi kemudian melakukan interogasi dan pemeriksaan terhadap Rz dan menemukan satu paket kecil bubuk putih yang diduga kuat sebagai sabu di tubuhnya. Menemukan barang tersebut, Rz langsung diamankan dan digelandang polisi.

"Rz ini yang ditangkap pertama di bengkel dekat kantor Koramil. Barang bukti yang ditemukan darinya sabu seberat 0,20 gram," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madiyatias, Selasa (1/8/2017).

Dari keterangan Rz, sabu tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial Fb. Setelah melakukan pengembangan, polisi mengamankan Fb di kediamannya di kawasan Bukit Senang sekira pukull 23.30 WIB. Ketika menggeledah rumahnya, polisi menemukan alat hisap sabu atau bong.

"Di rumah Fb kita tidak temukan sabu, tapi kita temukan bong," jelas Nendra.

Setelah diinterogasi, Fb mengaku memperoleh sabu dari seorang pria asal Karimun berinisial Mx. Nendra menyebutkan pihaknya masih memburu MX yang juga merupakan bandar pemasok sabu kepada tersangka Ra dan Ma yang juga ditangkap pada Senin (21/7).

Rz dan Fb telah ditetapkan sebagai tersangka. Akibat perbuatannya, mereka berdua dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider 112 (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman kurungan penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

"Keduanya kita sangkakan pengedar. Penangkapan mereka harinya sama dengan penangkapan Ra dan Ma yang juga mengaku mendapatkan barang dari Mx yang berstatus DPO," ujar Nendra.(*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help