Masalah Sekolah dan Kekurangan Guru Paling Banyak Jadi Keluhan Masyarakat pada DPRD Kepri

Hampir semua Dapil menyoroti permasalahan yang sama seputar pembangunan infrastruktur yang belum memadai. Terutama sekali masalah sekolah

Masalah Sekolah dan Kekurangan Guru Paling Banyak Jadi Keluhan Masyarakat pada DPRD Kepri
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbincang dengan sejumlah anggota DPRD Kepri usai sidang pertama setelah reses, Rabu (2/8/2017). 

Laporan Thomm Limahekin

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Para anggota DPRD Kepri melaporkan hasil kegiatan mengisi waktu reses pada rapat paripurna di kantor DPRD Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang, Rabu (2/8/2017).

Rapat paripurna tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Nurdin mendengar secara saksama semua yang disampaikan oleh para anggota dewan dari tujuh daerah pemilihan (Dapil).

Hampir semua Dapil menyoroti permasalahan yang sama seputar pembangunan infrastruktur yang belum memadai. Misalnya, sekolah, jalan, jembatan, pelabuhan dan lain-lain.

Selain masalah infrastruktur, masalah pendidikan dan kesehatan pun mendapat perhatian khusus dari para anggota dewan ini.

"SMAN 1 dan 2 Tanjungpinang masih kekurangan ruang kelas dan tenaga pengajar. Karena banyak guru hendak pensiun dan tak ada penerimaan guru baru," kata Yuniarni Pustoko Weni, juru bicara anggota dewan Dapil Tanjungpinang.

Peningkatan sarana dan prasana pendidikan juga disampaikan oleh para anggota dewan Dapil Bintan-Lingga dengan juru bicara Sarifah Elvizanah.

Para dewan Dapil ini mengatakan, banyak daerah terisolir di pulau-pulau kekurangan tenaga pengajar dan sarana prasarana pendidikan yang memadai.

"Karena itu kami berharap agar penerimaan tenaga guru tidak tetap difokuskan ke daerah-daerah terisolir," ungkap Sarifah.

Para dewan dari Dapil Karimun dan Batam pun masih mempersoalkan bidang pendidikan.

Gedung sekolah yang tidak selesai dibangun dan terbengkelai, kekurangan lahan untuk pembanguna sekolah, penerimaan peserta didik baru.

Jarak tempat tinggal guru dan sekolah dan beberapa masalah lain menjadi objek sorotan.

"Kami minta supaya putra daerah yang sudah menyelesaikan sekolah guru diprioritaskan jadi tenaga pengajar," kata juru bicara anggota dewan Dapil Batam. 

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved