Tak Rela Jadi Tawanan ISIS, Juru Masak Ini Pilih Tembak Diri Sendiri

Seorang warga Inggris yang bertempur melawan kelompok ISIS menembak dirinya sendiri.

Tak Rela Jadi Tawanan ISIS, Juru Masak Ini Pilih Tembak Diri Sendiri
KOMPAS
Keluarga Ryan Lock menggambarkan dirinya sebagai anak yang baik dan penuh perhatian. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Seorang warga Inggris yang bertempur melawan kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) di Suriah menembak dirinya sendiri.

Aksinya tersebut untuk menghindari penangkapan oleh militan kelompok paling kejam tersebut.

Hal ini terungkap setelah pihak berwenang di Inggris menggelar penyelidikan resmi untuk mengetahui sebab-sebab kematian laki-laki bernama Ryan Lock tersebut.

Kematiannya terjadi pada Desember 2016 saat Lock – yang  bertempur bersama pejuang Kurdi dari Unit Pertahanan Rakyat (YPG) – terlibat pertempuran melawan milisi ISIS di Raqqa, kota di Suriah yang ditetapkan ISIS sebagai ibu kota “kekhalifahan” mereka.

Lock bersama petempur YPG terkepung dan dalam keadaan terluka. "Ia tak siap untuk membiarkan dirinya ditangkap (oleh militan ISIS) ... ia menggunakan senjatanya (untuk menembak dirinya sendiri). Ini adalah tindakan yang sungguh berani," kata David Horsley, petugas yang melakukan pemeriksaan jenazah.

Baca: Penerimaan Cukai hingga Akhir Juli Sebesar Rp 58,23 Triliun

Baca: Belum Seminggu Diluncurkan, New Honda Jazz Terjual 1.112 Unit

Baca: Jangan Sampai Kehabisan, Ini Dia Bocoran Harga Tiket Murah Garuda Indonesia Online Travel Fair

Ia juga menyebut apa yang dilakukan Lock “sebagai hal yang heroik”. "Ia meninggal dunia demi sesuatu yang sangat ia yakini," kata Horsley.

Ahli patologi yang memberikan keterangan dalam pemeriksaan resmi di Portsmouth, dokter Basil Purdue, mengatakan, Lock meninggal akibat luka tembak dengan satu peluru di bagian kepala.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help