Awalnya Polisi Curiga, Stock Lot Tekstil yang Diimpor dari China Terselip Narkoba

Maklumlah, barang-barang dari China saat ini mendapat pengawasan ekstra ketat karena negara itu termasuk penghasil sabu terbesar di dunia.

Awalnya Polisi Curiga, Stock Lot Tekstil yang Diimpor dari China Terselip Narkoba
Tangkapan balpres asal China dan tersangka Aliang 

Laporan, Leo Halawa

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penangkapan 550 ton stock lot tekstil ilegal Ali alias Aliang yang ditangkap Jumat (28/7/2027) awalnya dicurigai menyelipkan narkoba.

Maklumlah, barang-barang dari China saat ini mendapat pengawasan ekstra ketat karena negara itu termasuk penghasil sabu terbesar di dunia.

Apalagi, beberapa waktu lalu, jajaran kepolisian menangkap sabu seberat satu ton lebih di Pantai Anyer, Jawa Barat serta penggerebekan ratusan kilogram sabu impor dari China di Muara Karang, Jakarta Utara, Rabu pekan lalu.

Hal itulah yang membuat jejaran kepolisian kemudian menyelidiki dan melakukan penggerebekan.

"Ternyata, setelah kami periksa secara intensif dengan bantuan anjing pelacak, tidak ditemukan narkoba. Karena memang rumor sebelumnya, biasanya kalau kiriman dari China itu kerap diselipin narkoba,” kata Kasubdit I Ditkrimsus Polda Kepri AKBP Feby D P Hutagalung, Jumat (4/8/2017) siang.

Feby mengatakan, Ali, pemasok stock lot tekstil atau tekstil bekas pabrik itu masih diperiksa. Polisi juga sudah memeriksa 10 saksi terkait hal ini.

Meski ada unsur pidana yang dilakukan oleh Ali, namun kata Feby, pihaknya sedikit kewalahan menangani kasus itu.

Hal ini karena aturan terkait impor dan ekspor tekstil dan garmen diatur khusus oleh negara.

“Apakah masuk kategotori pidana domain Polri atau domain Bea Cukai, ini masih kita bahas mendalam. Unsur pidananya ada, namun kita kan harus detail dan terus kita lakukan pendalaman,” jelas Feby.

Kepolisian saat ini melakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan RI terkait hal ini.

"Dalam waktu dekat tim kami berangkat ke Jakarta untuk mengkoordinasikan hal ini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran kepolisian menggerebek kontainer tekstil di kawasan Mitra Raya, Batam Centre.

Setelah diperiksa, tekstil yang diimpor Ali menggunakan nama perusahaan tempat ia bekerja, ternyata isinya adalah stock lot.

Stock lot adalah barang sisa atau limbah pabrik garmen, baik itu kelebihan bahan baku, rusak atau reject. 

Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved