BREAKINGNEWS: Dua Jambret Karimun Tertangkap, Ancam Korban Pakai Sajam

Dua Jambret Karimun Tertangkap, Ancam Korban Pakai Sajam. Begini Kronologis Penangkapannya!

BREAKINGNEWS: Dua Jambret Karimun Tertangkap, Ancam Korban Pakai Sajam
Tribun Medan/Array Argus
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Dua pelaku tindak kejahatan jalanan dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun. Kedua laki-laki warga Kecamatan Meral yang berinisial S (34) dan J (21) ini ditangkap polisi pada Kamis (4/8) pagi.

Adapun modus operandi para pelaku adalah dengan mencari pengendara sepeda motor perempuan di sekitar jalan raya Kampung Baru Tebing Sungai Ayam menggunakan sepeda motor pada malam hari. Apabila menemukan calon korban, mereka kemudian membuntutinya.

Di saat jalanan sepi, mereka mulai beraksi dengan cara menarik barang bawaan korban. Bahkan mereka juga mengancam korbannya menggunakan senjata tajam yang memang telah dipersiapkan sebelumnya.

"Modusnya setiap ada kesempatan sepi dan gelap mereka ikuti korban. Mereka menggunakan tangan kosong dan mengancam korban pakai senjata tajam. TKPnya dari Andalas sampai Sungai Ayam," jelas Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiraseno saat ekspos perkara, Jumat (4/8/2017).

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Pasalnya masih ada dua pelaku lain, berinisial E dan P yang sedang diburu. Selain itu dari tujuh laporan yang diperoleh, hanya empat korban yang membuat laporan polisi (LP).

Dari hasil pemeriksaan polisi, penjambretan dilakukan oleh S dan E pada Rabu (12/7) sekira pukul 21.00 WIB di jalan Sei Ayam terhadap seorang wanita. Sehari berikutnya, pada Kamis (13/7) sekira pukul 21.00 WIB, pelaku S dan P yang beraksi di Kampung Baru Tebing.

Pada Rabu (26/7) sekira pukul 20.45 WIB, S dan E kembali menjambret di jalan raya Kampung Baru Tebing. Selanjutnya pada Sabtu (29/7) sekira pukul 22.00 WIB, S membawa J menjambret di Kampung Baru Tebing.

"Jika ada masyarakat Karimun yang dijambret di kawasan Sei Ayam dan Kampung Baru Tebing silahkan melapor ke kita. Karena kita masih mengembangkan TKP lainnya," tambah Dwi.

Dwi menambahkan penangkapan keduanya berawal dari laporan masyarakat yang curiga akan S sebagai pelaku jambret. Setelah diamankan dan diinterogasi, S mengaku telah menjambret bersama tiga rekannya. Berdasarkan keterangan S polisi kemudian menangkap J tanpa perlawanan di rumahnya di kawasan Meral.

"S ini otak pelaku karena selalu ada di setiap aksi. Kita masih buru dua pelaku lain. Anggota komplotan ini bergantian jadi joki (bawa kendaraan) dan metik (mengambil barang korban)," kata Dwi. (*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Sabtu (5/7/2017)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved