Pemadaman Bergikir di Karimun, PLTU Targetkan 3 Hari Selesai Perbaiki Mesin Unit 2

PT PLN Ranting Tanjungbalai Karimun dan PLTU Tanjung Seibatak terus menggesa perbaikan mesin unit 2 di PLTU tersebut.

Pemadaman Bergikir di Karimun, PLTU Targetkan 3 Hari Selesai  Perbaiki Mesin Unit 2
Teknisi PLTU Tanjung Sebatak Karimun membperbaiki kebocoran pipa gas yang mengakibatkan defisitnya daya listrik hingga 3 MW 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - PT PLN Ranting Tanjungbalai Karimun dan PLTU Tanjung Seibatak terus menggesa perbaikan mesin unit 2 di PLTU tersebut.

Pihak PLTU menargetkan perbaikan pada beberapa titik pipa yang mengalami kebocoran selesai dilakukan dalam tiga hari ke depan.

"Kami perkirakan dalam tiga hari ke depan selesai," ujar Manajer PLTU Tanjung Seibatak, Lukman.

Hal hampir senada juga dikatakan Kepala PT PLN Ranting Tanjungbalai Karimun, Fauzar Zain.

Pria asal Padang, Sumatera Barat itu menyebutkan, setelah pengecekan, diketahui terjadi kebocoran steam di wall tube yang semakin besar di daerah boiler mesin PLTU unit 2.

"Saat dicek, kebocorannya semakin besar di daerah boiler mesin PLTU unit 2. Dilakukan pengelasan secara bertahap dan pemantauan secara terus-menerus," terang Fauzar Zain.

Seperti diketahui sejak 31 Juli lalu, PT PLN Ranting Tanjungbalai Karimun melakukan pemadaman bergilir di hampir seluruh wilayah di empat kecamatan di Pulau Karimun Besar.

Hal itu setelah adanya gangguan pada mesin unit 2 PLTU Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing. Akibat gangguan itu, PLTU kehilangan daya hingga 3 Megawatt.

Pemadaman bergilir dilakukan dalam dua sesi dalam sehari mulai pukul 17.00-21.00 WIB dan 21.00-01.00 WIB.

Atas ketidaknyamanan yang akan ditimbulkan, Fauzar meminta maaf kepada pelanggan PLN. Pihaknya akan mengupayakan semaksimal mungkin perbaikan dapat dituntaskan secepatnya.

"Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah," kata Fauzar.

Warga menyayangkan pemadaman bergilir dilakukan PLN khususnya pada malam hari. Warga cenderung memilih pemadaman dilakukan pada siang hari.

Terkait pemilihan waktu pemadaman pada sore hingga malam hari, Fauzar mengatakan lebih dikarenakan malam hari adalah waktu beban puncak penggunaan arus listrik.

"Sore hingga malam itu waktu beban mengalami puncaknya, daya tak sanggup, makanya dilakukan giliran, kalau siang masih sanggup," terang Fauzar. 

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help