Penumpang Lion Air Batam ke Nias Mengaku Telantar di Kualanamu! Sebagian Pilih Jalur Darat!

Penumpang Lion Air Batam ke Nias Mengaku Telantar di Kualanamu! Sebagian Pilihan Jalur Darat!

Penumpang Lion Air Batam ke Nias Mengaku Telantar di Kualanamu! Sebagian Pilih Jalur Darat!
Kompas.com
Pesawat Lion Air 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Sejumlah penumpang pesawat Lion Air asal Hang Nadim Batam tujuan bandara Binaka Gunungsitoli Nias, mengaku telantar selama sekitar 20 jam di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumut. Satu di antaranya Ebenezer Bago (30).

Diceritakan Ebenezer melalui ponsel kepada Tribun Batam, dirinya dan tiga anggota keluarga yakni Veronika Ratna isterinya, Yosua Bago umur delapan bulan, dan Mesrawati Laia terpaksa menginap di Kualanamu. Ebenezer merupakan penumpang yang berangkat dari Hang Nadim Batam, Jumat (4/8/2017) pukul 09.20 WIB. Dan tiba di bandara Kualanamu pada hari yang sama sekitar pukul 11.90 WIB.

Ebenezer dan keluarga merupaka penumpang transit. Batam-Kualanamu-Binaka Nias. Lanjut, sesuai jadwal tiket, harusnya berangkat dari Kualanamu ke bandara Binaka, Gunungsitoli Nias pukul 11.30 WIB. "Tapi kami tidak jadi berangkat. Pihak Lion Air mengatakan kepada kami, penerbangan ditunda Jumat siang.

Dengan alasan cuaca tidak bersahabat. Kami meminta pertanggungjawaban biasanya kepada petugas Lion Air di Kualanamu, yakni penginapan dan kepastian keberangkatan keesokan harinya," kata Ebenezer Jumat malam.

Namun betapa terkejutnya Ebenezer, jawabab pihak Lion Air padanya, tidak memberikan fasilitas seperti biasanya. Sebab kata salah satu pegawai di sana, kalau soal cuaca buruk maskapai tidak bertanggung jawab. Kecuali penundaan masalah teknis dan berasal dari maskpai.

"Sangat-sangat tidak manusiawi kami di sini dibuat. Saya punya baby umur delapan bulan. Uang kami pas-pasan. Mereka (pihak Lion Air) menawarkan pengembalian uang 90 persen kepada kami dari harga tiket semula. Bagi Lion uang kami 10 persen kecil, tapi bagi kami itu angka besar.Tidak fair, kami sangat kecewa sekali. Bukan hanya saja penumpang terlantar, tapi masih banyak yang lain khususnya tujuan pulau Nias," kata-kata Ebenezer lagi.

Hingga Sabtu (5/8/2017) pagi ini, keluarga Ebenezer masih terkatung-katung di bandara Kualanamu. Dia pun belum mendapat kepastian keberangkatan ke Nias. "Belum, masih kami," katanya.

Ebenezer berharap, hal semacam ini agar tidak terulang lagi. Ia akui, menggunakan Lion Air selama ini kerap terjadi permasalahan. Mulai keterlambatan pesawat dan juga pelayanan. "Kalau boleh jujur, yang kami rasakan pelayanan buruk sekali. Harusnya kami ini penumpang diurus. Bukan dibiarkan. Ongkos yang kami keluarkan tidak kecil. Lion mengatakan cuaca, padahal kami telpon saudara di Binaka ada pesawat yang turun bersamaan Jumat siang. Ini akal-akalan menurut kami," kata-katanya.

Imbas dari kekurangan ongkos naik pesawat lagi, Ebenezer Bago bersama anggota keluarganya memilih pulang ke Nias melalui jalur darat. Dari Kualanamu ke Kota Sibolga. Dan dilanjutkan perjalanan laut naik kapal Roro dari Sibolga ke pulau Nias, dengan memakan waktu sekitar delapan jam.

"Gak sudi kami pelayanan begini. Kami doakan Lion Air agar diberi kecerahan dan hati nurani yang baik. Agar selamat di udara sana. Agar kayak begini tak terjadi lagi. Kami sangat kecewa sekali. Terpaksa kami naik darat Sabtu pagi ini," ucapnya dengan nada geram.

Dikonfirmasi soal ini, Distrik Manager Lion Air Batam M Zaine Bire, mengatakan, akan menyampaikan terlebih dahulu informasi itu kepada Deputi Lion Air Kno Dicky di Kualanamu. "Kita lagi nunggu konfirmasi airport. Dan jika dikarenakan cuaca seperti itu bukan meminta pertanggung jawaban. Itu kan force majeure," katanya lewat WA kepada Tribun sembari merujuk Permenhub No. 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan atau Delay Management.(*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help