TribunBatam/

BI Sediakan Uang Rp 4,4 Miliar Khusus Layanan Kas Keliling Pulau Terluar!

BI Sediakan Uang Rp 4,4 Miliar Khusus Layanan Kas Keliling Pulau Terluar!

BI Sediakan Uang Rp 4,4 Miliar Khusus Layanan Kas Keliling Pulau Terluar!
antara/akbar nugroho gumay
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Bank Indonesia kantor perwakilan Kepri kembali melaksanakan ekspedisi layanan kas keliling pulau terdepan. Kegiatan yang sudah memasuki tahun kelima tersebut pun bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut dan didukung secarapenuh oleh kantor pusat Bank Indonesia, Departemen pengelolaan uang dan lainnya.

‎Tim yang terdiri dari sepuluh perwakilan BI Kepri dan dari TNI AL itu akan berkeliling k‎e lima pulau terdepan selama sepekan.

"Ada lima lokasi Pulau Sekatung, Pulau Natuna, Pulau Subi, Jemaja dan Tarempa. Kegiatannya selama tujuh hari, dari tanggal 8-15 Agustus. ‎Kegiatan ini sudah lima tahun juga kita lakukan bekerjasama dengan TNI AL. Kita juga sangat berterimakasih, kalau tidak ada TNI AL, BI akan merasa sendiri," ujar Kepala BI Kpw Kepri Gusti Raizal Eka Putra saat Pelepasan di dermaga Selatan pelabuhan Batuampar, Selasa (8/8) pagi.

Adapun kegiatan tersebut dalam rangka penyebaran uang rupiah ke pulau-pulau terluar. Bank Indonesia Kpw Kepri pun membawa modal kerja sebesar Rp 4,5 miliar untuk ditukarkan dengan uang-uang lama yang rusak ataupun lusuh.

"Kami berharap uang baru yang dibawa ini akan ditukarkan dengan uang-uang rusak yang saat ini mungkin masih ada di tangan masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa efektiflah menarik uang-uang lusuh, ‎baik yang robek, tercoret-coret, atau terbakar di tengah masyarakat. Karena di sana jugakan tidak banyak bank," tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, BI Kpw Kepri pun menandatangani MoU dengan Bank Riau Kepri terkait program barunya, Bank Indonesia menjangkau sampai ke kecamatan dan pedesaan di wilayah NKRI.

"Kepri inipun sebagai pilot project program ini. Jadi kita menggandeng bank riau kepri. Dari Rp 4,5 miliar itu, nanti ada yang akan diserahkan ke bank riau kepri yang ada di daerah-daerah itu," kata dia.

Selama ekspedisi tersebut, Bank Indonesia Kpw Kepri juga akan memberikan edukasi mengenai ciri-ciri uang rupiah. Sekaligus edukasi bagaimana merawat uang rupiah.

"Selama inikan masih banyak juga ‎masyarakat kita yang suka uangnya dilipat dan dicoret. Kalau satu coretan saja di mesin kita jatuhnya sudah uang lusuh itu," kata dia.

‎Menurut dia, sejauh ini selama pelaksanaan ekspedi tersebut, belum pernah ditemukan masyarakat yang bertransaksi dengan mata uang non rupiah.

"Masyarakat bertransaksi tetap menggunakan rupiah. Tapi kalau misalnya mereka memegang uang asing, seperti ringgit mungkin ada. Selain edukasi, nanti juga kita ada kegiatan sosial bank indonesia dengan pembagian genset di sana," katanya.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help