Dibakar Warga Karena Amplifier. Pengurus Mushala: Saya Baru Tahu Dia Dibakar. Itu Biadab Sekali

"MA sempat bangun dan bersujud minta maaf di hadapan saya. Dia bilang minta maaf berulang kali," suara Rojali mulai lirih

Dibakar Warga Karena Amplifier. Pengurus Mushala: Saya Baru Tahu Dia Dibakar. Itu Biadab Sekali
TRIBUNNEWS.com
Barang bukti terkait MA dibakar massa di Bekasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Aksi pembakaran hidup-hidup pria yang dituduh mencuri amplifier sebuah masjid di Cikarang Utara, Bekasi masih menjadi pembicaraan publik hingga sekarang.

Jika sebelumnya dari pengakuan saksi mata ada pengakuan pria yang dibakar hidup-hidup kalau ia tak melakukan pencurian amplifier.

Namun kesaksian pengurus musala berbeda.

Reporter Tribunnews.com menemui langsung dan mewawancarai secara eksklusif bagaimana rentetan kejadian secara detail, hingga pria ini tertangkap lalu dihajar massa.

Muhammad Al Zahra alias Joya (30) warga Kampung Jati RT 04/05, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi yang dibakar hidup-hidup, berdasar cerita pengurus musala diduga kuat melakukan pencurian amplifier musala.

Sekuat tenaga pengurus musala dan beberapa tokoh mengamankan Joya.

Barang bukti sepeda motor yang diamankan Polres Bekasi terkait kasus pencurian amplifier musala.
Barang bukti sepeda motor yang diamankan Polres Bekasi terkait kasus pencurian amplifier musala. (Tribunnews.com/ Abdul Qodir)

Pengurus musala bahkan sempat kena pukul warga yang emosi karena mengamankan Joya.

Suatu saat kondisi tenang, Rojali lalu ambil motor dan mengembalikan ampli ke musala, tapi malamnya ia kaget ternyata pria yang diduga kuat pelaku pencurian tersebut dibakar hidup-hidup.

Bagaimana kisah selengkapnya? Berikut story-nya:

Air bekas wudhu masih terlihat di wajah Rojali, dua titik berwarna hitam, jelas terlihat di keningnya. Janggut yang memanjang juga terlihat masih basah.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved