Ngeri! Sindikat Penjualan Anak di Simalungun Sudah Sampai ke Batam? Begini Jawaban Polisi

Ngeri! Sindikat Penjualan Anak di Simalungun Sudah Sampai ke Batam? Begini Jawaban Polisi

Ngeri! Sindikat Penjualan Anak di Simalungun Sudah Sampai ke Batam? Begini Jawaban Polisi
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Orangtua bayi, pembeli bayi, bidan dan dukun beranak (ahli bersalin tradisional) diamankan di Polres Simalungun atas kasus dugaan Human Trafficking atau Perdagangan Manusia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Menanggapi persoalan sindikat penjualan anak yang terjadi di wilayah hukum Polres Simalungun, Polda Sumut minggu lalu, Polda Kepri menyusun beberapa langkah strategi untuk menelusrui di Batam.

Baca: Ngeri! Habis Berenang di Pantai, Kaki Remaja Ini Terus Keluarkan Darah Misterius!

Baca: ‎Waspadalah! Bidik Nasabah Kredit Macet, UN Swissindo Gentayangan Cari Mangsa di Kepri

Baca: Mengejutkan! Inilah 10 Kepribadian Wanita Menurut Bentuk Bibirnya. Mana Pilihan Anda?

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga Selasa (8/8/2017) mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran Pelayanan Perempuan dan anak ( PPA ) Polda Kepri. "Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang maraknya penculikan bayi," ujar Erlangga.

Selain itu, diharapkan dan kerja sama terhadap Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepri atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat dan pecinta anak juga terhadap pemda setempat. "Kita juga tindak tegas bila ada penyelewengan hal serupa," tambahnya.

Hal itu diungkapkan Erlangga, sebab, kejadian penjualan anak di Simalungun tersebut diduga memiliki sindikat atau jaringan di Batam. Sebelumnya oleh Kapolres Simalungun AKBP Mardudut Liberty Panjaitan saat diwawancarai secara langsung oleh pembawa acara Kompas TV Senin (7/8/2017) sekitar pukul 07.41 WIB.

Dalam wawancara, Marudut mengungkapan, sindikat itu sesuai informasinya telah terjadi sejak tahun 2010 silam. Dan sindikatnya, tujuan utama penjualan bayi sudah sampai ke Batam. Hanya saja masih ditelusuri. Diakui Erlangga, meski sudah terindikasi sudah sampai jaringan itu ke Batam, namun belum ada koordinasi langsung dari Marudut ke Ditreskrimum Polda Kepri. Meski begitu, kata Erlangga, tetap diantisipasi.

"Memang, sampai dengan saat ini terkait kasus tersebut, Polda Sumut belum ada melakukan koordinasi dengan Ditreskrimum polda kepri. Namun, pihak kami, sudah melakukan lidik terkait dugaan tindakpidana dimaksud dengan berkoordinasi di Satreskrim jajaran Polda Kepri," jelasnya. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved