TribunBatam/
Home »

Bisnis

» Makro

Tekan Inflasi di Kepri, Bank Indonesia Kawal Hubungan Mesra Pinang-Karo, Batam-Tanjab!

Tekan Inflasi di Kepri, Bank Indonesia Kawal Hubungan Mesra Pinang-Karo, Batam-Tanjab!

Tekan Inflasi di Kepri, Bank Indonesia Kawal Hubungan Mesra Pinang-Karo, Batam-Tanjab!
Tribun Batam/M Ikhwan
Ilustrasi. Penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan BI Kepri terkait pengendalian Inflasi dan Percepatan Perekonomian di Kota Gurindam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri mencatatkan deflasi pada Juli 2017. Deflasi Juli sebesar 0,04 persen (mtm) atau 3,27 persen (yoy), menurun dibanding Juni yang mencatatkan inflasi 1,04 persen (mtm) atau 4,73 persen (yoy).

Baca: Kebanggaan Melayu! Halimah Yacob Digadang-gadang Jadi Presiden Pertama Wanita di Singapura!

Baca: Ngeri! Habis Berenang di Pantai, Kaki Remaja Ini Terus Keluarkan Darah Misterius!

Baca: ‎Waspadalah! Bidik Nasabah Kredit Macet, UN Swissindo Gentayangan Cari Mangsa di Kepri

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK hingga Juli mencapai 1,99 persen (ytd), atau lebih rendah dibandingkan inflasi nasional tahun kalender sebesar 2,60 persen (ytd) dan inflasi nasional sebesar 0,22 persen (mtm) atau 3,88 persen (yoy).

Ia menyebutkan beberapa risiko inflasi ke depan yang perlu dicermati, yaitu, tahun ajaran baru pada periode Juli – September dapat memicu kenaikan biaya sekolah dan harga perlengkapan sekolah. Lalu potensi penyesuaian harga BBM oleh pemerintah. Curah hujan dan gelombang tinggi yang dirasakan masyarakat pada bulan Juli dan Agustus dapat memicu kenaikan harga ikan segar dan menghambat proses distribusi.

Tim Pengendali Inflasi Daerah pun telah membahas‎ upaya pengendalian inflasi Agustus, yang difokuskan untuk mitigasi risiko inflasi terutama menjelang akhir tahun. Beberapa rekomendasi untuk pengendalian inflasi pada Agustus nanti diantaranya, memanfaatkan koordinasi lintas instansi dalam pengawasan harga bahan makanan yang HET (harga eceran tertinggi) melebihi dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kemudian, mendorong percepatan realisasi kerjasama antar daerah antara lain kerjasama Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Karo (Provinsi Sumut) dan kerjasama Kota Batam dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Provinsi Jambi). Lalu melakukan monitoring pelaksanaan pasar murah lanjutan selama Agustus guna meningkatkan efektivitas dampaknya terhadap pengendalian harga bahan makanan.

Mendorong peran BUMD dalam mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan komoditas strategis, dan memotong rantai distribusi, mendorong peran masyarakat untuk menanam bahan pangan/komoditas inflasi seperti yang diselenggarakan Bank Indonesia melalui program “Urban Farming Awards” sehingga dapat menambah pasokan komoditas penyumbang inflasi.

Serta mengkaji linkage kerjasama antar kota/kabupaten (antar TPID) terutama dalam pemenuhan pasokan bahan makanan. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help