TribunBatam/

‎Waspadalah! Bidik Nasabah Kredit Macet, UN Swissindo Gentayangan Cari Mangsa di Kepri

Waspadalah! Bidik Nasabah Kredit Macet, UN Swissindo Gentayangan Cari Mangsa di Kepri

‎Waspadalah! Bidik Nasabah Kredit Macet, UN Swissindo Gentayangan Cari Mangsa di Kepri
Ist
Ilustrasi. Dokumen terkait Swissindo 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat mewaspadai kegiatan UN Swissindo yang berdalih menawarkan janji pelunasan kredit.

Baca: Aksi Swissindo Sempat Bikin BPR di Kepri Ketar-ketir, Ini Pemicunya!

Baca: Gara-gara Swissindo, Nasabah Kredit Macet Tak Mau Bayar Utang. Ini Alasannya!

Baca: Hati-hati. Ternyata Swissindo Sudah Masuk ke Tanjungpinang. BPR Resah

"Operasional UN Swisindo sudah menyebar ke berbagai daerah termasuk Bali. Jadi kami harapkan masyarakat tidak tergiur mengikuti penawarannya karena kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo melanggar hukum karena tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit ataupun pembiayaan yang lazim berlaku di perbankan dan lembaga pembiayaan," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Selasa (8/8/2017)

Menurut Tongam, UN Swissindo melakukan kegiatan penawaran pelunasan kredit dengan menawarkan janji pelunasan kredit/pembebasan utang rakyat dengan sasaran para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya.

Yaitu dengan cara menerbitkan surat jaminan/pernyataan pembebasan utang yang dikeluarkan dengan mengatasnamakan presiden dan negara Republik Indonesia maupun lembaga internasional dari negara lain. Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar utang mereka kepada para kreditur.

Ia menyebutkan ada beberapa modus penawaran yang dilakukan mereka kepada masyarakat. Pertama, ‎mengatasnamakan negara dan/atau lembaga negara tertentu dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kedua,‎ mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara.

Lalu‎ meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok/Badan Hukum tertentu. Tak sampai disitu, biasanya, mereka juga‎ meminta korban untuk mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Satgas Waspada Investasi, kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo telah tersebar di seluruh Indonesia. Diantaranya wilayah-wilayah yang terkena dampak kegiatan dari UN Swissindo yaitu Jambi, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Kepulauan Riau, Pekanbaru, Kalimantan Timur, Bali, Tegal, Cianjur, Bandung, dan Sulawesi Selatan.

Wilayah yang paling banyak terkena dampak kegiatan dari UN Swissindo adalah Jambi dengan total Rp 1,3 miliar dari 11 nasabah, Cirebon Rp 4,02 miliar dari 76 nasabah, dan Purwokerto Rp 2,8 miliar dari 25 nasabah.

Untuk Kepri sendiri tercatat per Desember 2016 ada Rp 9,1 miliar dari 170 nasabah. Satgas Waspada Investasi sendiri telah melakukan beberapa cara‎ dalam rangka penanganan kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help