Jika Jemaah Haji Wafat, Begini Cara Klaim Asuransi oleh Ahli Waris

Jamaah haji dalam pertanggungan asuransi sejak jamaah haji berangkat dari tempat domisili masing-masing menuju asrama haji sampai kembali lagi

 Jika Jemaah Haji Wafat, Begini Cara Klaim Asuransi oleh Ahli Waris
Tim medis dari KKP Kementerian Perhubungan memeriksa kesehatan calon jemaah haji di Asrama Haji Batam Centre 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Untuk perlindungan jemaah haji yang berangkat haji ke Mekkah, Kementerian Agama telah menetapkan PT Asuransi Jiwa Syariah (AJS) Amanahjiwa Giri Artha sebagai perusahaan asuransi pada masa operasional haji tahun 1438 H/2017 M. 

Besarnya nilai manfaat dan masa pertanggungan asuransinya adalah sebagai berikut.

1. Untuk jamaah haji yang wafat bukan karena kecelakaan diberikan nilai manfaat sebesar Rp 15.100.000

2. Untuk jamaah haji yang wafat akibat kecelakaan diberikan sebesar Rp 30.200.000

3. Jamaah haji yang cacat tetap total atau cacat tetap sebagian karena kecelakaan, mendapatkan nilai sebesar persentase dari Rp 15.100.000.

Jamaah haji dalam pertanggungan asuransi sejak jamaah haji berangkat dari tempat domisili masing-masing menuju asrama haji sampai kembali lagi ke tempat tinggal masing-masing. 

Untuk prosedur klaim asuransi jamaah wafat di Arab Saudi dilakukan dengan menyertakan surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Indonesia di Jeddah.

Dalam hal wafat akibat kecelakaan, disertakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh Kantor Perwakilan Indonesia di Jeddah.

Kemudian print out database siskohat pusat, surat kuasa dari ahli waris yang ditunjuk menerima manfaat  asuransi.

Hal yang dilampirkan adalah nomor rekening bank bagi jamaah haji khusus, fotokopi paspor/KTP/KK ahli waris bagi jamaah haji khusus.

Sedangkan prosedur klaim asuransi jamaah wafat di Tanah Air dilakukan dengan menyertakan Surat Keterangan Kematian dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.

Bila kecelakaan, menyertakan berita acara pemeriksaan kecelakaan dari kepolisian. Resume medis yang mencantumkan tanggal masuk dan keluar rumah sakit yang dilegalisir rumah sakit jamaah dirawat.

Selanjutnya fotokopi database siskohat, surat kuasa dari ahli waris yang ditunjuk dengan melampirkan nomor rekening bank bagi jamaah haji khusus.

Untuk wafat di pesawat, persyaratan yang diperlukan adalah surat keterangan kematian, print out database siskohat.

Kemudian surat kuasa dari ahli waris yang ditunjuk menerima manfaat asuransi dengan melampirkan nomor rekening bank bagi jamaah haji khusus dan foto copy paspor/KTP/KK ahli waris bagi jamaah haji khusus. 

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved