TribunBatam/

KPPAD Menduga Penculik Siswa SD Seorang Pedofil. Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Para pedofil ini memang memanfaatkan situasi saat anak-anak pulang sekolah atau saat anak tidak dalam pengawasan sekolah dan orangtua.

KPPAD Menduga Penculik Siswa SD Seorang Pedofil. Ini Langkah yang Harus Dilakukan
DM
ilustrasi anak-anak incaran pedofil 

Laporan Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM -  Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial belum mendapat laporan langsung dari pihak kepolisian dan orangtua siswa SD yang diculik dan dicabuli oleh seorang pria di kawasan Sei Beduk.

Namun, melihat dari modusnya, Erry menduga pelaku seorang pedofil yang mengincar anak-anak.

Para pedofil ini memang memanfaatkan situasi saat anak-anak pulang sekolah atau saat anak tidak dalam pengawasan sekolah dan orangtua.

"Anak-anak SD kan belum tahu, secara pemikiran juga mereka belum mengerti. Dikasih iming-iming atau apalah, kadang membuat mereka menurut," kata Erry.

Baca: NGERI! Irpan Sudah Lima Kali Menculik Anak di Batam, Setelah Dicabuli Ditinggalkan Begitu Saja

Baca: Kadisdik Batam Muslim Bidin Kaget Ada Penculikan Anak SD. Ia Wanti-wanti Ini pada Sekolah

Erry mengatakan, kasus seperti ini menimbulkan trauma terhadap anak-anak sehingga harus didampingi.

Erry mengatakan, pihak sekolah harus membuat aturan yang jelas dan tegas pada saat penjemputan jam pulang sekolah dan mengontrol pelaksanaannya.

Pihak sekolah harus memastikan bahwa yang menjemput anak dari sekolah adalah orangtua ataupun keluarganya, bukan orang lain.

"Ini banyak belum diterapkan, terutama di SD. Bila perlu, guru harus berdiri mengawasi pada saat jam pulang untuk memastikan siapa yang menjemput. Beberapa sekolah swasta sudah menerapkan itu, bahkan ada sekolah yang penerapannya lewat foto. Jadi, siapa yang menjemput di kasih foto," kata Erry.

Erry mengatakan, kasus seperti ini harus menjadi perhatian penuh seluruh sekolah dan benar-benar dibuatkan standar operasional prosedurnya.

Hal lain yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan pemahaman terhadap anak supaya jangan mudah percaya terhadap orang lain, apapun alasan dan bujuk rayunya.

"Ini sebagai antisipasi awal untuk menghindari tindak kejahatan terhadap anak. Para pelaku mengincar anak-anak karena mereka lebih mudah dibujuk," katanya.

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help