TribunBatam/

BATAM TERKINI

Reaksi Menohok Warga Tolak Tarif Listrik Naik. Apa PLN Batam Tega, Menambah Kesulitan Warga?

Dia mengatakan saat ini kondisi masyarakat Batam, khususnya Sagulung, jangankan untuk membayar listrik, untuk biaya makan saja sudah susah

Reaksi Menohok Warga Tolak Tarif Listrik Naik. Apa PLN Batam Tega, Menambah Kesulitan Warga?
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Suasana sosialisasi Bright PLN Batam dan rencana kenaikan tarif 15 persen 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Warga Masyarakat Sagulung, yang diwakili perangkat RT/RW dan LPM se Kecamatan Sagulung, menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik Bright PLN Batam sebesar 15 persen yang rencananya mulai diterapkan 1 Agustus 2017.

Zainal seorang perwakilan warga menilai Bright PLN Batam dan pemerintah tidak peka dengan kondisi masyarakat saat ini jika tetap memaksakan kenaikan tarif listrik per 1 Agustus 2017.

Dia mengatakan saat ini kondisi masyarakat Batam, khususnya Sagulung, jangankan untuk membayar listrik, untuk biaya makan saja sudah susah.

"Apa Bapak itdak tahu? Berapa ribu pengangguran di Batam sekarang? Apakah listrik mereka akan dinaikkan juga? Mau bayar darimana? Jika Bright memutus listrik, lalu mati selamanya listrik di rumah mereka,"kata Zainal.

Baca: Tolak Tarif Listrik Naik. Warga: Daripada Diputus Karena Tak Kuat Bayar, Mending Padam Bergilir

Baca: Tarif Listrik PLN Batam Naik 15 Persen Mulai 1 Agustus 2017. Warga Baru Tahu Lewat Layar Ini

Ketua RW Kelurahan Sungai Binti, Elias, menolak kenaikan tarif listrik, apapun alasannya.

"Kita sudah unjuk rasa, saat Bright menaikkan tarif listrik. Saat itu sudah ada kesepakatan bahwa tidak ada lagi kenaikan. 

Kalau nanti listrik dinaikkan, jangan salahkan kami jika terjadi aksi demonstrasi yang lebih besar dari sebelumnya,"kata Elias.

Elias juga menyinggung Bright yang selalu mengaku merugi, tetapi bright tidak pernah terbuka berapa kerugiannya dan apa penyebab kerugiannya.

Baca: BREAKINGNEWS. Sosialisasi Kelistrikan di Sagulung Ricuh. Warga Emosi dengan Sikap Pria Ini

"Bright PLN katanya rugi, tetapi investasi pembangunan jaringan terus dilakungan ke Bintan dan Tanjungpinang. Jadi ruginya dimana?"kata Elias.

Dia juga mengingatkan pihak Bright PLN Batam, untuk tidak mengorbankan masyarakat kecil untuk meraup keuntungan.

"Saat ini ekonomi masyarakat Batam sangat sulit. Apakah Bright PLN Batam mau menambah kesulitan yang diderita masyarakat,"kata Elias.(*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help