TribunBatam/

Takut Hukum Jadi Alasan Serapan Anggaran Kepri Rendah, Kejati Ucapkan Hal Menohok Ini

Alasan itu tidak tepat karena sudah ada Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan kejaksaan juga bagian dari tim itu.

Takut Hukum Jadi Alasan Serapan Anggaran Kepri Rendah, Kejati Ucapkan Hal Menohok Ini
Humas Pemprov Kepri
Suasana penyerahan DPA APBD 2017 ke OPD Pemprov Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Takut bermasalah dengan hukum menjadi alasan rendahnya penyerapan anggaran APBD Provinsi Kepri.

Namun, Kejaksaan Tinggi Kepri mengaku heran dengan alasan itu.

"Takut bermasalah dengan hukum sebenarnya tak lagi pantas menjadi alasan," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Feritas ketika dimintai tanggapannya, Jumat (11/8/2017).

Feritas mengatakan, alasan itu tidak tepat karena sudah ada Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan kejaksaan juga bagian dari tim itu.

Dengan adanya tim itu, semua proyek pembangunan bisa terpantau dan terkawal bersama-sama aparat penegak hukum.

‎"Sebenarnya, adanya TP4D ini, tidak ada alasan lagi bagi pejabat OPD ketakutan untuk menggunakan APBD. Semua kegiatan dari awal hingga akhir terpantau oleh TP4D," kata Feritas.

Menurutnya, sejak awal perencanaan hingga pemeliharaan proyek setelah selesai dikerjakan semua terpantau bersama di TP4D.

Feritas bahkan membalikkan sinyalemen itu. Jika tidak ada niat menyimpangkan anggaran negara, mengapa harus takut untuk menjalankan proyek?

"Kecuali memang sudah ada niat mereka untuk menyimpangkan, nah itulah nanti yang akan jadi masalah hukum di kemudian hari," tambahnya.

Selain itu, kata Feritas, para pimpinan OPD itu bukan orang baru di pemerintahan dan sudah memahami aturan dan perundang-undangan.

Karena itu, jika pemerintah daerah hendak mengebut proses pembangunan, Feritas berharap untuk jangan lagi ragu dan mencari-cari alasan.

Aparat penegak hukum seperti kejaksaan dan kepolisian, kata Feritas, siap setiap saat jika diajak berkonsultasi dan koordinasi. 

"Kita semua juga tahu, lemahnya penyerapan anggaran tentunya sangat merugikan kita semua. Khususnya masyarakat yang telah menunggu pembangunan yang lebih baik yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," tutupnya. 

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help