TribunBatam/

Korupsi Proyek KTP Elektronik

Johannes Marliem Dikabarkan Bunuh Diri, Bagaimana Nasib Pengadaan e-KTP? Ini Kata Mendagri

Saksi kunci korupsi e-KTP Johannes Marliem dikabarkan meninggal dunia di Los Angeles , Amerika Serikat, apa kata Mendagri?

Johannes Marliem Dikabarkan Bunuh Diri, Bagaimana Nasib Pengadaan e-KTP? Ini Kata Mendagri
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (1/12/2015) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Menteri Dalam Negeri Tjhajo Kumolo menegaskan pengadaan e-KTP tak terhambat meski saksi kunci korupsi e-KTP Johannes Marliem dikabarkan meninggal dunia di Los Angeles , Amerika Serikat, pada Kamis (10/8/2017).

"Oh enggak ada, enggak ada, soal proses kelanjutan dari KPK yang tahu KPK saja," ujar Tjahjo di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Tjahjo menyatakan, saat ini Kemendagri tengah berupaya menyelesaikan perekaman data dan pencetakan blanko untuk seluruh WNI sebelum pilkada 2018 dan pemilu 2019 berlangsung.

Sebab, kata dia, data kependudukan tunggal sangat dibutuhkan untuk terciptanya pemilu yang bersih dan juga berbagai kebutuhan lainnya seperti penindakan hukum dan urusan data kesehatan.

Tjahjo menambahkan, di masa depan pemerintah akan membuka tender untuk mencari pengganti perusahaan Amerika Serikat yang sebelumnya menangani urusan perekaman data.

"Ya itu mudah-mudahan cepat selesailah," lanjut Tjahjo.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi kabar meninggalnya salah satu saksi kunci kasus e-KTP, Johannes Marliem.

Johannes Marliem dikabarkan meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun, sejauh ini belum diperoleh rincian mengenai kematian Marliem.

Baca: Jika Perang Amerika dan Korut Terjadi, Ini Dampak Buruk bagi Ekonomi Dunia

Baca: Jika Berani Rudal Guam, Begini Ancaman Donald Trump Terhadap Korea Utara

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help