Halo Pejabat Bank di Kepri! OJK Ajak Pebisnis Mula Ngutang KUR, Bantu Ya!

Halo Pejabat Bank di Kepri! OJK Ajak Pebisnis Mula Ngutang KUR, Bantu Ya!

Halo Pejabat Bank di Kepri! OJK Ajak Pebisnis Mula Ngutang KUR, Bantu Ya!
Ilustrasi. Petugas OJK memberikan edukasi tentang investasi saham dan keuangan di stand OJK dalam Festival Investasi Indonesia (investival) di Atrium DC Mall, Batuampar, Batam, Provinsi Kepuauan Riau, Jumat (28/10) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Otoritas Jasa Keuangan mendorong masyarakat untuk lebih produktif. Satu di antaranya dengan cara membuka usaha sendiri, untuk mengasah produktifitas serta mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Baca: Orang Terkaya dan Naga Indonesia Meninggal Dunia, Terungkap Inilah 5 Istrinya!

Baca: Mengejutkan! Kartu Kredit Lebih Aman Dibanding Kartu Debit? Begini Penjelasannya!

Baca: Tersinggung! Model Cantik Ini Ungkap Rahasia Ranjang Walikota Kendari, Ini Kamar Begituanya!

Baca: Kuliah di Universitas Indonesia, Inilak Kakak Kelas Yang Bikin Najwa Shihab Klepek-klepek!

Untuk membuka usaha, biasanya para pebisnis pemula punya kendala permodalan untuk memperbesar usahanya, apalagi untuk bersaing dengan pengusaha yang sudah punya modal lebih besar.

Sementara ide mencari pinjaman sering terpatahkan karena belum memiliki aset sebagai alat jaminan. Disitulah manfaat dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa digunakan oleh para pebisnis pemula.

"Mendengar kata kredit, masih banyak masyarakat yang anti. Takut bunganya besar, takut nggak bisa bayar, atau malas membayangkan cicilannya tiap bulan. Kredit memang sekilas terdengar seperti ‘ngutang’, sehingga meninggalkan kesan negatif bagi sebagian orang.

Padahal, nggak selamanya utang itu negatif. Selama dimanfaatkan untuk sesuatu yang mendukung produktifitas dan selama usaha yang dibangun memang memiliki kemampuan membayar yang baik/ feasible, sah-sah saja kalau mau meminjam dana," ujar Kepala OJK Kepri, Uzersyah.

KUR sendiri merupakan fasilitas pinjaman dana yang diberikan oleh perbankan kepada pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan Koperasi yang feasible tapi belum bankable. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved