TribunBatam/

Terkait Pemeriksaan Mantan Wali Kota Batam, Kejati Sebut Pemko Salah Pilih Perusahaan Asuransi

Menurut Yunan, Pemko Batam memilih perusahaan yang kemudian diketahui dalam kondisi pailit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Terkait Pemeriksaan Mantan Wali Kota Batam, Kejati Sebut Pemko Salah Pilih Perusahaan Asuransi
DOK TRIBUN
Kepala kejaksaan Tinggi Kepri (Kejati) Yunan Harjaka 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - ‎Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri (Kejati) Yunan Harjaka menduga Pemko Batam salah dalam memilih perusahaan asuransi bagi pegawainya.

Menurut Yunan, Pemko Batam memilih perusahaan yang kemudian diketahui dalam kondisi pailit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yunan mengatakan, melalui asuransi itu, Pemko melakukan pemotongan gaji pegawai baik honorer maupun PNS dalam program asuransi kesehatan.

Kejati menilai Wali Kota Batam dan Sekda masa itu, posisinya cukup sentral dalam kasus ini.

"Ahmad Dahlan Agusahiman sudah kita periksa. Akan terus menyusul beberapa saksi yang berkaitan soal kasus ini," ujarnya, Selasa (15/8/2017).

Baca: BREAKINGNEWS. Kejati Kepri ‎Periksa Mantan Walikota Ahmad Dahlan dan Agusahiman. Ini Kasusnya

Baca: BREAKINGNEWS: Penemuan Mayat di Saluran Air Tembesi Hebohkan Batam, Begini Kondisinya!

Tidak tergesa-gesa

Aspidsus Kejati Kepri Feritas menuturkan bahwa pihaknya tidak mau tergesa-gesa dalam menentukan tersangka dalam kasus ini.

Pihaknya masih melakukan kajian panjang termasuk melengkapi barang bukti formil maupun ‎dan materil sebelum menetapkan tersangka.

"Kita nggak bisa tergesa-gesa menetapkan tersangka. Kita nggak berkas penyidikan tidak berkualitas. Keburu-buru menetapkan tersangka, nanti kita di-praperadilan-kan. Kan nambah kerjaan dan nguras waktu. Jadi kita kuatkan dulu bukti-bukti," ujarnya.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help