Pemko Batam Langsung Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Banjir Taman Raya

Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Yumasnur langsung mengerahkan alat berat ke Taman Raya yang dilanda banjir hebat pada Kamis (17/8/2017).

Pemko Batam Langsung Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Banjir Taman Raya
TRIBUNGATAM/ISTIMEWA
Banjir parah di Taman Raya dan Botania, Kamis (17/8/2017) sore kemarin 

Laporan Wartawan Tribun Batam Alfandi Simamora

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Yumasnur langsung mengerahkan alat berat ke Taman Raya yang dilanda banjir hebat pada Kamis (17/8/2017).

Alat berat itu dikerahkan untuk melakukan pembenahan dan normalisasi, Jumat (18/8/2017).

"Kita sudah turun ke Taman Raya dan alat berat sudah kita kerahkan untuk normalisasi sungai," katanya.

Yumasnur menjelaskan, Pemko Batam akan terus melakukan pembenahan untuk titik-titik banjir di Kota Batam.

Pembenahan dan normalisi sudah dilakukan di daerah Sagulung, Batuaji, Marina City, Kabil dan sejumlah daerah lainnya, seperti di kawasan Lubukbaja.

"Di Batam ini ada 68 titik lokasi rawan banjir. Beberapa lokasi sudah kita benahi dan ini akan kita kerjakan terus," katanya.

Saat disinggung mengenai banjir di SMPN 28 yang juga terletak di kawasan Taman Raya, Yumasnur mengakui, masalah itu sudah lama.

Beberapa waktu lalu sudah dilakukan pembenahan dan normalisi drainase, tetapi tetap mengalami banjir karena lokasi sekolah itu memang sangat rendah sehingga menjadi tumpuan air.

Masalah semakin rumit karena saat drainase di kawasan itu hendak diperlebar, sudah dibangun perumahan oleh sejumlah pengembang yang mendapat alokasi lahan di sekelilingnya. 

"Kita akan cari jalan keluarnya sesegera mungkin. Untuk tahap awal mungkin normalisasi saja dulu," katanya.

Seperti diberitakan, kawasan perumahan Taman Raya dan Botania terendam lebih dari satu dari sore hingga malam hari.

Akibatnya, ratusan warga menggelar aksi demo di pertigaan Cikitsu, Batam Center, Jumat (18/8/2017).

Mereka mempermasalahkan perbaikan drainase kanan-kiri jalan yang sedang dikerjakan karena tidak bisa menampung laju air setelah hujan deras dari siang hingga sore, Kamis (17/8).

"Itu karena drainase tak bisa menampung lagi, makanya airnya lari ke sini. Kalau banjir 10-20 cm tidak masalahlah, ini sampai sepinggang," kata warga.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved