Hasil Olah TKP, Polisi Menduga Korban Bunuh Diri Jelang Subuh!

Hasil Olah TKP, Polisi Menduga Korban Bunuh Diri Jelang Subuh! Begini Penjelasannya!

Hasil Olah TKP, Polisi Menduga Korban Bunuh Diri Jelang Subuh!
tribunbatam/rachta yahya
Korban bunuh diri di Meral Kabupaten Karimun, Minggu (20/8/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Francisco Dos Reis (41), warga Kampung Sukajaya, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Karimun, Minggu (20/8/2017) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon mangga depan rumahnya.

Baca: BREAKINGNEWS: Cekcok Dengan Istri, Sekuriti Supermarket Karimun Nekat Bunuh Diri!

Baca: Heboh! Gagal Kibarkan Bendera, Belasan Anggota Paskibra Pingsan dan Kesurupan!

Baca: Orang Terkaya dan Naga Indonesia Meninggal Dunia, Terungkap Inilah 5 Istrinya!

Diduga kuat pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di supermarket Indoyani, jalan A Yani, Tanjungbalai Karimun itu bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon.

Itu setelah pelaku memperlihatkan tanda-tanda yang biasa menimpa seorang pelaku bunuh diri dengan cara gantung diri. Seperti keluar air mani dari kemaluan, lidah terjulur ke luar sekitar 1 cm.

"Tidak ditemukan luka lainnya," ujar Kasatreskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febryantara kepada Tribun Batam, Minggu.

Belum diketahui pasti motif dari Francisco Dos Reis mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak lazim itu.

Namun berdasarkan penyelidikan sementara Satreskrim Polres Karimun, pada Sabtu (19/8/2017) malam, pelaku sempat cekcok dengan Edes Sihotang, istrinya di dalam rumah.

"Kemudian istri dan anak-anak pergi tidur untuk istirahat. Pada hari Minggu 20 Agustus 2017 sekitar pukul 07.30, saudari Edes Sihotang sudah mendapati suaminya sudah tergantung di pohon mangga depan rumah menggunakan tali nilon warna kuning," terang Lulik.

Diduga karena kasihan, jenazah Francisco Dos Reis kemudian diturunkan Putra, tetangganya dengan memotong tali nilon menggunakan parang dan membawanya ke dalam rumah.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, Lulik menduga Francisco sudah meninggal lebih dari empat jam.

Jenazah Francisco langsung diambil keluarga yang menolak untuk dilakukan visum terhadap jenazah anggota keluarga mereka itu. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved