BREAKINGNEWS: Demo Sopir Taksi Online Memanas! Pendemo-Satpol Nyaris Ricuh. Ini Pemicunya!

Demo Sopir Taksi Online Memanas! Pendemo-Satpol Nyaris Ricuh. Ini Pemicunya!

BREAKINGNEWS: Demo Sopir Taksi Online Memanas! Pendemo-Satpol Nyaris Ricuh. Ini Pemicunya!
tribunbatam/dewi haryati
Demo taksi online di Pemko Batam nyaris ricuh, Senin (21/8/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Demo sopir taksi online nyaris ricuh setelah pendemo tak diizinkan masuk ke gedung walikota. Petugas Satpol menyebut demo tak berizin, sementara pendemo tetap bertahan.

Pantauan lokasi, suasana ketegangan terasa. Kedua pihak terlihat saling berdebat.

Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Taksi Online, yang di antaranya terdiri dari driver taksi online mulai menggelar aksi di Gedung Walikota Batam, Senin (21/8/2017) pagi.

Mereka datang membawa spanduk dan pamflet, untuk menyampaikan enam tuntutan mereka kepada Pemerintah Kota Batam, terkait keberlangsungan aktifitas mereka sebagai driver taksi online.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Taksi Online, sudah menyampaikan bahwa mereka akan menggelar aksi Senin pagi ini.

Kordum Aliansi Masyarakat Peduli Taksi Online, Billy Musuara, akan menyampaikan enam tuntutan.

1. Billy mengatakan, ada tuntutan pertama mereka adalah mendesak Dinas Perhubungan Kota Batam (Dishub) segera mengeluarkan rekomendasi kepada taksi online.

2. Mememinta Dishub berhenti melakukan razia kepada taksi online.

3. Meminta pihak Kepolisian menindak tegas oknum masyarakat yang melakukan sweeping.

4. Mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap taksi online yang telah dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab

5. Meminta Walikota Batam bersikap arif dan bijaksana dalam mengambil kebijakan terkait persoalan taksi di Kota Batam secara transparan dan demokrasi.

6. Menghimbau seluruh elemen Masyarakat Kota Batam untuk sama-sama menjaga Kota Batam dalam situasi kondusif dan aman.

"Seharusnya Pemerintah juga memikirkan situasi dan kondisi ekonomi saat ini, kami juga masyarakat Kota Batam. Disaat pekerjaan sulit seperti ini, inilah yang menjadi mata pencarian kami," ujar Bully. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved