MOTION

Ibu-ibu Rumah Tangga Ini Impikan Tembesi Pos sebagai Kampung Rajut di Batam

Mereka yang rata-rata adalah ibu rumah tangga tersebut, bersama-sama mengisi waktu luang dengan merajut sehingga mendapatkan tambahan penghasilan

Ibu-ibu Rumah Tangga Ini Impikan Tembesi Pos sebagai Kampung Rajut di Batam
TRIBUNBATAM/ANNEMARIA
Ketua Kelompok Textur Rajut Maria Yohana dan hasil rajutan kelompoknya 

Jadi kami tidak mengembangkannya untuk warga disini saja.

Baca: PILU. Cerita Kakek Suwandi Soal Telepon Cucunya Sebelum Kecelakaan Maut Terjadi

Baca: Polisi Tak Berikan Pengawalan Demo Sopir Taksi Online, Begini Alasannya!

Baca: Masih Menganggur? Mungkin Anda yang Sedang Dicari Tiga Perusahaan Ini

Warga di Tembesi Pos rata-rata sudah bisa semua. Bahkan siswi-siswi SD 002 yang ada di sini itu, 50 persennya sudah bisa Merajut semua.

Belajar nggak dikenakan biaya, yang jelas alatnya saja beli sendiri," tutur Maria.

Seminggu dua kali, para anggota komunitas ini bertemu dan merajut bersama.
Terkadang, dalam pertemuan rutin yang jatuh setiap hari Sabtu dan Minggu itupun, para ibu rumah tangga itu mengkreasikan motif-motif baru dalam rajutan.

"Banyak orang berfikir merajut itu begitu-begitu saja, padahal sebenarnya ada motifnya.

Banyak motifnya, mulai dari crocodile, strawberry, anggur, dan sejuta umat.

Benang yang digunakan pun bervariasi. Ada benang nilon, polycherry, polyester.

Halaman
1234
Penulis: Anne Maria
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help