MOTION

Ibu-ibu Rumah Tangga Ini Impikan Tembesi Pos sebagai Kampung Rajut di Batam

Mereka yang rata-rata adalah ibu rumah tangga tersebut, bersama-sama mengisi waktu luang dengan merajut sehingga mendapatkan tambahan penghasilan

Ibu-ibu Rumah Tangga Ini Impikan Tembesi Pos sebagai Kampung Rajut di Batam
TRIBUNBATAM/ANNEMARIA
Ketua Kelompok Textur Rajut Maria Yohana dan hasil rajutan kelompoknya 

Tergantung apa yang mau dibuat. Kalau pakai nilon yang berat," ucapnya.

"Selain kreasi sendiri, kadang kita juga banyak lihat motif-motif baru dari youtube atau google.

Kita lakukan pertemuan rutin juga, tujuannya untuk sharing antar anggota,"ucap Sukarni, seorang anggotanya.

Sukarni mengatakan, hasil kreasi para ibu-ibu tersebut pun sudah banyak yang dipasarkan termasuk ikut di even-even pameran-pameran yang diselenggarakan pemerintah.

"Kalau yang kecil-kecil kayak dompet, kadang langsung dibeli sama tetangga sendiri.

Kadang juga kita letak di rumah kreasi ibu Maria. Atau kita sertakan di pameran, seperti pameran STQ," jelas Sukarni. (ane)

Sejumlah ibu-ibu anggota kelompok merajut di Tembesi, Batam
Sejumlah ibu-ibu anggota kelompok merajut di Tembesi, Batam (TRIBUNBATAM/ANNEMARIA)

Bentuk Koperasi

KIPRAH Komunitas Textur Rajut sampai saat ini memang tidak main-main untuk memajukan kreasi kerajinan rajut di Batam.

Tidak hanya menghasilkan produk yang cantik dan menarik, secara organisasi mereka juga telah membentuk koperasi.

Setiap tanggal delapan di tiap bulannya, akan digelar rapat rutin anggota sekaligus membahas koperasi.

Halaman
1234
Penulis: Anne Maria
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved